Welcome To Paiton

Hahaaaa..
lucu sekali kalo baca2 tulisan ini(secara emang aku yang mengerti sepenuhnya)
Tulisan ini udah telatttt banget d kayaknya, tapi sayang kalo gak ditampilin,
ngemenuhin konsep 😀

Oke ini cerita kami selama perjalanan menuju Paiton, salah satu kecamatan di kabupaten Probolinggo ini.untuk sementara c itu yang ku tahu dari desa kecil tapi ramai ini.

Ya, desa ini memang kecil. Tapi desa ini ramai guys

Desa ini jadi salah satu rute yang harus dilewati ketika kita hendak ke Bali dari Surabaya atau probolinggo . Wajar saja jika jalanan desa ini ramai dengan bus2 pariwisata atau mobil2 industri.

Nah untuk ke desa ini kita bisa pilih menggunakan jasa travel atau bus.

Buat kamu yang tinggal di Pangkalpinang, nih aku jelasin rutenya.

Pertama2 kalo jalurnya naik pesawat, kita harus ke bandara depati amir dulu neeh

Ini dia armada garuda yang bakal kami naiki untuk sampai ke Surabaya.

Ya, Paiton adalah salah satu kecamatan di salah satu kabupaten di Probolinggo, Jawa Timur.

Karena bandaranya ada di Surabaya, makanya kami berangkat ke Surabaya dulu neeh
J

Situasi di bandara depati amir pangkalpinang


Bawaan kami berdua tanpa koper,karena kopernya udah di bagasiJ

Hampir lupa, kami berangkat ke Paiton ini berdua, aku plus Adek. Eit, plus 2 teman lelaki lainnya, hanya kami tidak berangkat bersamaan.(formal banget y..:))

Perjalanan kita dari Pangkalpinang-Jakarta kurang lebih 15 menitan lah.(efek nikmatin perjalanan kayaknya, ternyata aslinya 50an menit… :D)

Tapi sayangnya, kemarin itu ada penumpang yang lama, jadinya tepaksa demi alasan keselamatan kami harus menunggu penumpang tersebut sehingga kami harus menunggu sedikit lama di dalam pesawat hanya gara2 penumpang tersebut.

Kurang lebih 15 menit kemudian, nyampe d kita di bandara soekarno hatta… J

Kami nyampe Jakarta jam 11 lewat lah, kalo ndak salah. Soalnya udah hampir dua minggu yang lalu. Trus pesawat jakarta-Surabaya baru berangkat jam 1 lewat.jadinya kita nunggu dulu d…

Sambil nunggu foto dulu neehJ

,eit tapi itu gambar pas udah di Soekarno Hatta siih:)
Ok, setelah menunggu lama, akhirnya pesawatnya berangkat juga.dan penerbangan ke Surabaya memakan waktu kurang lebih 1 jam-an. Lumayan lama. Di pesawat, kami dikasih snack, main game, dikasih minum, dst.dst . nah setelah perjalanan panjang, akhirnya nyampe juga di Bandara Juanda. Tahu nggak kalo bandara ini adalah bandara terbersih di Indonesia.kata tulisan yang ada di bandara itu c.

Nah, sambil nunggu bagasi, motoin om2 yang juga nunggu bagasi ni.

Iseng2, moto lagi d…

Tahu nggak kalo pas nyampe bandara Juanda itu, kami langsung ngambil dorong2 itu, lupa tapi ama namanya. Ada kejadian yang sedikit lucu nni ama dorongan ini.

Jadi Kan kalo di Bangka dorongannya masih yang biasa tu.

Nah kalo di Juanda itu gak, di pegangannya ada tulisan push to break the rem. Gitu ya kalo gak salah.

Nah jadi kita itu gak ngaplikasiin tulisan itu, jadinya kita dorong tanpa menekan.jadilah selama beberapa menit kami jalan mengunakan dorongan itu,ada bapak2 petugas di bandara itu teriak “kalo jalan ditekan,kalo jalan ditekan, kalo jalan ditekan”. Kuat lo, malu-maluin aja d tuh bapakJ

Ok. Setelah itu kami duduk nunggu in bagasi kami, dua koper tadi.

Jadi kami nunggunya sambil duduk aja. Di electronic board notice nya itu ada c ditulis Jakarta,Denpasar sama pesawatnya. Jadinya kami yakin aja kalo kami udah nunggu di tempet yang bener. Untuk meyakinkan lagi, kami nanya bapak-bapak bener gak kalo nunggunya disitu. Bapakya bilang iya. Padahal dia aja penumpang.:)

Jadilah kami menunggu beberapa menit, ada kalonya 30 menit.

Sementara k3 Andri dan k3 Echa yang akan mengantar kami ke tempat peraduan sementara kami di Surabaya nanti sebelum berangkat ke Paiton.

Selama kami di Surabaya, kami menginap selama tiga hari dua malam di kost2an temannya k3 Echa. Kami tinggal di daerah Mulyosari, suterejo.ini nih kost2an sementara kami. J

Tempatnya enak, mbak2nya juga baik. Kami menginap di kamar mbak Wulan dan mbak Nunik yang sebentar lagi pada saat itu akan wisuda S1 ITS.

Kamarnya enak. Ada televisinya.

Selama di Surabaya kami merasa lumayan betah. Soalnya disana lumayan murah.

Nah keesokan harinya tanggal 15 September kami dijemput travel surya untuk berangkat ke Paiton.

Alhamdulillah semuanya lancar, aman n terkendali,
meskipun ada beberapa peristiwa yang sepertinya bakal mengubah sedikit cerita hidup saya 🙂

Iklan

Aku percaya Engkau ada

Bismillah,
Ya Allah, jika segala sesuatu yang akan aku lakukan,yang sedang aku lakukan,atau yang sedang kurencanakan, kini atau nanti adalah segala sesuatu yang membuat hamba semakin mencintaiMu dan semakin mendekati jalan yang Kau Ridhoi,
maka mudahkanlah,lancarkanlah, dan perkenankan hamba untuk mengerjakannya Ya Rabb.

Namun jika ternyata semua yang akan dan sedang hamba kerjakan hanya akan membuatKu menjauhi semua yang Kau ridhoi dan mengurangi cintaku padaMu, maka gagalkanlah apapun itu Ya Allah…
Aamiin..

Dengan modal kepercayaanku padaNya,
maka aku mempercayaimu…

karena InsyaAllah aku masih percaya padaNya, (semoga hingga akhir hayat aku akan terus mempercayaiNya,Aamiin)
maka aku percaya padamu…

Semoga semua ini memang adalah jalan Yang Kau tunjukkan untuk hamba Ya Allah…

Aamiin

Kisah Tentang Pak Tua yang Bijak dan Kalajengking

Bismillah,
semoga setidaknya ada hal baik yang dapat kita ambil untuk kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dari kisah ini (meskipun mungkin entah kali keberapa cerita ini kita dengarkan)..

Siang itu pertemuan edisi Sabtu, 21 jumadil akhir 1433 H.
Kali ini, tidak seperti biasanya, materi siang itu diawali dengan kisah tentang seorang Pak Tua yang Bijak dan Kalajengking.

Pada suatu hari, pak Tua pergi memancing ke laut. Di tengah lautan, ketika sedang asyik memancing,pak Tua melihat ada seekor kalajengking yang sedang berupaya keras untuk menyelamatkan diri agar tidak tenggelam.
“Kasihan sekali kalajengking itu.” Ungkap Pak Tua.
“Bukankah ia juga makhluk Allah.” Ungkapnya lagi.

Maka tanpa berpikir panjang Pak Tua pun mencoba menolong kalajengking itu.
Lalu Pak Tua mengulurkan tangannya kepada kaljengking dengan niat ingin memudahkan si kalajengking agar tak tenggelam lagi.

ciss!!

“Aw!!”Jerit Pak Tua.
Ternyata si Kalajengking menggigit tangan pak Tua yang berupaya untuk menolongnya.

Namun, tanpa gentar, Pak Tua kembali melakukan hal yang sama, mengulurkan tangannya untuk menolong si kalajengking.

ciss!!

“Aw!!”Jerit Pak Tua lagi.
Kembali si kalajengking menggigit Pak Tua yang berupaya untuk menolongnya.

Kembali,tanpa menghiraukan rasa sakit dan akibat apa yang akan didapatkannya apabila ia kembali mengulangi hal yang sama, Pak Tua kembali mengulurkan tangannya untuk menolong si kalajengking.

ciss!!

“Aw!!”Jeritnya lagi.

Tak selang beberapa lama setelah itu, ada seorang nelayan yang mengomentarinya dari kejauhan.
“Pak Tua,untuk apa kau tolong si kalajengking yang tidak tahu balas budi itu. Kau hanya akan mendapat kerugiann jika menolongnya. Lebih baik jangan hiraukan ia.”Ungkap nelayan tersebut dari kejauhan

Mendengar komentar nelayan tersebut,tak membuat Pak Tua gentar untuk terus menolong si kalajengking.
Terus-menerus ia mencoba menyelamatkan kalajengking.
Berkali-kali ia melakukan hal yang sama, namun kemudian mendapatkan hal yang sama pula.
Kembali ia digigit lagi dan lagi oleh si kalajengking.
Hingga akhirnya, sikalajengking pun naik ketangannya dan ia pun selamat dan tidak tenggelam.

Alhamdulillah, pada akhirnya, seperti kisah-kisah yang tertulis dalam dongeng,fabel, atau kisah-kisah nyata terdahulu hingga sekarang, bahwa kebaikan lah yang pada akhirnya menjadi the real winner.^^

Setelah mendengarkan kisah tersebut,kami diminta untuk menarik hikmah apa yang bisa diambil dari kisah tersebut.

1. Bahwa ketika kita hendak melakukan kebaikan, tidak semuanya menganggap sesuatu yang kita lakukan itu adalah baik, karena tidak semua orang atau tidak semua pihak akan memiliki pemikiran yang sama dengan kita. Namun disinilah “the real challenge” bagi siapapun yang hendak menebarkan kebaikan. Disinilah kemudian ujian itu datang,seberapa tegarkah kita untuk kebaikan ini? Apakah akan luluh seketika hanya dengan “gigitan si kalajengking?” atau hanya dengan “komentar” “Pak Nelayan”?
Namun Pak Tua membuktikan, ketika azzam yang telam terhujam di hati, tak kan ada yang dapat mengalahkannya, meskipun ia harus mencoba tidak hanya sekali,dua atau tiga kali.
Dan kemudian Ia membuktikannya, bahwa ia berhasil.
2. Bahwa mungkin terkadang kita tidak selalu berada di posisi Pak Tua sebagai “penyelamat”. Namun terkadang kita juga bisa ada di posisi si kalajengking, yang “hampir tenggelam” dan yang butuh pertolongan. Namun terkadang mungkin kita juga sama dengan si kalajengking, kita sibuk memikirkan semua kemungkinan buruk dari sikap Pak Tua yang hendak menolong atau bahasa kerennya kita sibuk bersuudzhon(baca:berburuk sangka). Sehingga bukannya menerima pertolongan Pak Tua kemudian bekerja sama agar bisa dengan cepat menyelamatkan diri, kita malah menyakiti Pak Tua atau siapapun yang hendak menolong kita. Bahkan terkadang, tanpa sadar, perisangka buruk kita lah yang membawa “Pak Tua”-“Pak Tua” lainnya yang awalnya hendak berbuat baik, malah berbuat buruk. Seperti yang dituliskan dalam sebuah hadis:

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku.Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832).

Barangkali perisangka kitalah yang membuat orang tersebut malah berbuat buruk, karena kita terlalu sibuk untuk terus memikirkan hal-hal negatif dari “Pak Tua” tersebut. Bisa saja karena sakit hati gara-gara digigit terus, Pak Tua malah menenggelamkan si kalajengking. Namun, bisa jadi karena perisangka baik kita, orang yang awalnya berniat buruk malah berubah menjadi baik,Aamiin..^^.
3. Disini yang dimaksud dengan kebaikannya adalah kebaikan yang di dalamnya terdapat hakikat kebenaran.
Misalnya, memang baik ketika seseorang hendak membantu saudaranya yang sedang kesusahan dalam masalah uang, namun kemudian ia malah mencoreng kebaikan itu dengan cara memberikan uang hasil curian kepada saudaranya tersebut. Memang niat awalnya baik, namun tercoreng dengan cara yang tidak baik tersebut.

4. Allah berfirman dalam Alqur’an:

Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. Dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi Meliputi ilmu pengetahuanNya.(QS Albaqarah: 2/261)

Pada akhirnya pilihan ada di tangan kita sahabat ^^.

Akhirnya, beberapa kalimat di atas hanya sepenggalan pemikiran penulis yang dipenuhi banyak kekurangan. Namun terima kasih sahabat sudah berkenan membaca dari awal hingga akhir ^^. Sesungguhnya yang Haq itu selalu datangnya dari Allah. Sementara yang salah bersumber dari kekhilafan penulis. Ambillah yang baik dan tinggalkan yang buruk.

Subhanakallaahumma Wabihamdika Asyhadu Allaa Ilaa Ha Illaa Anta Astaghfiruka Waatuubu ilaik.

Surat cinta untuk Mak

Ana Uhibbuka Fillah Mak….:*

Walau memang kalimat itu tak kan pernah sepadan dengan segala apa yang kau berikan untukku Mak…

Ich Lieben Dich

Untuk saat ini aku baru bisa mengungkapkan kalimat ini Mak…

Hhhhhhhh…
Bahkan sebenarnya selautan air mataku tak kan mampu mengganti limpah ruahnya keringatmu untuk anak-anakmu…

tahukah Mak,setiap cerita sedih yang keluer dari Mak,seakan membuatku merasa hanya seperti seonggok daging yang melekat pada tulang
I do love you,Mak…

Peluh yang telah kau kucurkan untuk anak-anakmu hingga menampikkan semua waktu pribadimu,

Jam tidur yang sering kau acuhkan,
memberikan jawaban why the heaven is under your feet,Mak…

Maafkan Cas Mak ok, belum bisa memberikan apa2 untuk Mak…

Do’akan anak Mu ini,Mak…

Ya Rabb,lindungilah Ibuku Ya Allah,
pertemukan kami di surga Mu..
Aamiin..

All about J fiction Part I

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Kisah ini bermula dari sebuah sekolah dasar kecil di salah satu kota di salah satu kota di Provinsi Bangka Belitung, Pangkalpinang.
Gadis kecil itu sangat periang, terkadang pemalu, namun seringnya pemberani.
Dalam kesehariannya mencerminkan bahwa ia sama sekali tak sama dengan kebanyakan gadis-gadis lain seumurannya.

Meski demikian, aura kecerdasan terlihat jelas darinya.
“Dung-dung, tak-tak..
“Deng lah Jul ki maen gendang-gendang meja ya,
Kelak ade guru ki baru tau” Ungkap Yuliani.
“aok lah ge ki ne!!”

Ya, namanya Julia.
Julia
Hanya lima huruf saja, tak lebih dan tak kurang serta tak ada tambahan apapun.
Lahir di bulan Juli tak membuatnya malu menyandang nama Julia yang telah dimiliki entah oleh berapa orang di dunia.
Terkadang ia sering membuat sendiri arti dari namanya.

Julia, sesuai namanya, karena lahir dibulan Juli, itu adalah do’a untuk namanya agar ia selalu menjadi yang ter”A” atau lebih tepatnya selalu terdepan, karena huruf A selalu diidentikkan dengan yang terdepan.
Ya, arti nama ini baru ditemukannya menjelang usianya 20an.

A thankful before sleeping….

Yup, finally I write….(akhirna…:”))

dengan tajuk a thankful before sleeping, mari kita berterima kasih dan bersyukur pada Allah karena hingga detik ini O2 masih gratis dan dengan semua RahmatNya yang masih selalu melimpah ruah…^_^
Alhamdulillah,
mari berterima kasih untuk Mak karena hingga hari ini saya bisa disini dan menulis karena ada jiwa yang mau meluangkan sedikit tempatnya untuk bayi mungil nan kecil duluuuuu sekali…^_^
Alhamdulillah,
mari berterima kasih untuk ayah yang mau untuk terus bersusah payah meluangkan peluhnya meski di usia senjanya kini..
Alhamdulillah,
mari berterima kasih pada Jemi, kuda bermesin yang telah menemani perjalanan singkat Pangkalpinang-Sungailiat saya pagi ini dan untuk selalu setia tanpa banyak keluhan menemani perjalananku dua tahun terakhir,
terima kasih kepada sang surya pagi ini yang bersinar lebih manis dari biasanya…_^
Terima kasih untuk “Abang tukang juel kacang,ahli gizi,komentator” yang namanya belum boleh diekspose hingga waktu yang tepat nantinya(Aamiin) untuk pengertiannya dan sedikit konsultasi gizi yang diberikan semalam,
Terima kasih untuk ayuk Put atas bubur manisnya sehingga menambah manis kehidupan ku,Alhamdulillah,
Terima kasih untuk toko kami yang senantiasa memberikan charging bensin terutama pagi ini,
Terima kasih kepada semua pengemudi jalan Pangkalpinang-Sungailiat yang mau berhati-hati pagi ini dan tidak terlalu egois dalam berkendaraan..^_^
terima kasih untuk Pak Irwan yang telah mengajarkan SKO pagi ini sehingga mengingatkan saya kata ‘union’ setelah bertahun-tahun lamanya hilang dari peredaran telinga..^_^
terima kasih untuk Adek Rahayu yang mau bersusah payah mengambil dan menulis absen hingg kami bisa belajar dengan tenang….^_^
Terima kasih untuk Pak SUrojo yang tidak bisa masuk, sehingga memberikan waktu untuk mengerjakan tugas KWU,
Terima kasih untuk kawan-kawan 3EA atas semua senyuman,keluhan,semangat yang membuatku sadar bahwa I’m not alone,
Terima kasih untuk Mrs Lia karena selalu mengingatkan saya untuk memusnahkan kalimat malas dan seluruh cecunguknya dari kehidupan ku,(fight!!!)
Terima kasih untuk Bheti yang udah mau masak nasi disaat saya sibuk dengan urusan lainnya,
makhluk2 di dalam usus ini bisa tidur nyenyak Ukh..^_^
Terima kasih untuk ibu warung,Bapak warung yang jualan lauk,bakwan,detergen,sehingga saya bisa menikmati kehidupan ‘rent houser’ dengan tenang…:)
terima kasih untuk kak Eda dan Ita yang mau nganter speaker..:)
Terima kasih untuk semuanya yang sepertinya tak bisa kusebut satu persatu,
tapi percayalah, ada Dia Yang Maha Tahu dan Maha Melihat semuanya,
Sebagaimana dituliskan dalam sebuah hadist:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ – رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mu’min di dunia, maka Allah akan melepaskan keslutannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, kecuali ketentraman akan turun kepada mereka, rahmat akan memenuhi mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan makhkluk yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang terlambat amalnya, maka nasabnya tidak akan mempercepat (nasibnya)” (HR. Muslim)

Sebagaimana dituliskan dalam Alquran surah Al Isra’:7

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا…
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…” (QS. Al-Isra’/ 17 : 7)

Wahai Rabb Yang Maha Membolak/balikkan hati,
Dekatkan selalu kami pada jalan yang kau Ridhoi dan mantapkan hati kami dalam melaksanakan KetetepanMu Ya Rabb,
Aamiin,

sesungguhnya kesalahan datang dari penulis, yang benar selalu dari Allah,
ambillah yang baik dari sini, buanglah jauh2 yang buruk dari sini..

Whoaam…
mari sejenak memberikan hak pada sang tubuh yang telah terjaga lebih dari 20 tahun terakhir..^_^
>>>Joule<<<