ASIku Bentuk Cinta untuk Bayiku

image

Sejak pertama kali mengetahui bahwa hasil test pack saya pada akhirnya bergaris dua merah, sejak saat itu pula saya yakin dan mantap hanya akan memberikan ASI kepada bayi saya nantinya. Penantian panjang selama satu tahun yang penuh emosi membuat saya tidak akan menyia-nyiakan bayi saya dengan tidak memberikan yang terbaik untuknya kelak. Apalagi setelah tahu bahwa ternyata ASI adalah makanan terbaik bagi bayi terutama di enam bulan setelah kelahirannya. Ada banyak sekali hikmah di balik aktivitas menyusui yang telah disebutkan para dokter, diantaranya:
1. Komposisi ASI berubah-ubah seiring dengan pertumbuhan bayi, menyesuaikan dengan keperluan gizinya.
2. ASI membantu melindungi bayi dari infeksi, alergi, asma, dan banyak kondisi lain.
3. ASI menjamin bayi meminum susu yang bersih dan higienis. UNICEF menyatakan bahwa ASI menyelamatkan jiwa bayi terutama di negara-negara berkembang di mana keadaan ekonomi yang sulit, kondisi sanitasi buruk, dan sulitnya mendapatkan air bersih.
3. Selalu ada setiap saat.
4. Tidak rusak karena disimpan.
5. Sesuai dengan lambung bayi.
6. Minum susu langsung dari payudara ibu mencegah obesitas bagi ibu dan anak.
7. Minum ASI langsung dari payudara ibu menimbulkan kasih-sayang dan memperkuat bonding antara ibu dengan anaknya.
Selain yang disebutkan di atas, apabila menyusui disertai dengan niat yang baik dan mengharap keridhaan Allah, InsyaAllah akan bernilai ibadah di hadapan Allah.
Perjuangan IMD

image
Belajar menyusui sesaat setelah melahirkan

Akhirnya saat yang dinanti itu datang juga. Setelah rasa sakit yang saya rasakan mulai dari pagi hingga tengah malam, keesokan harinya pada jam 00.30 tanggal 25 Juli 2014 putra kami lahir dengan selamat. Setelah dibersihkan, kami langsung melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) pada Uwais, begitu kami memberinya nama. Sayangnya, karena baru anak pertama dan minim informasi seputar IMD serta kurangnya pengetahuan tentang IMD dari rumah sakit tempat saya melahirkan, proses IMD pada Uwais tidak berlangsung sempurna. Seharusnya, segera setelah dilahirkan, bayi diletakkan di atas perut sang ibu sambil sedikit dibersihkan kecuali tangannya. Dari bau tangan inilah bayi akan dipandu untuk mencapai puting sang ibu yang berbau sama. Waktu itu, setelah dilahirkan, Uwais langsung dibersihkan di tempat yang berbeda oleh para petugas, bahkan ia sudah langsung diseko air hangat. Akibatnya, Uwais tidak terlalu mau menyusui karena sudah keenakan tidur setelah dibersihkan. Bahkan ketika mulutnya sedikit dibuka dan dimasukkan puting, Uwais masih saja terlelap dalam tidurnya, sehingga bisa dikatakan kami gagal untuk proses IMD pada Uwais.
Setelah gagal dengan IMD, kami tidak menyerah begitu saja dan berhenti memberikan ASI kepada Uwais. Sebenarnya, sebelum melahirkan kami sudah mewanti-wanti para petugas untuk tidak memberikan susu formula jenis apapun kepada bayi Uwais. Namun sayangnya pihak rumah sakit belum begitu paham tentang prinsip produksi ASI apalagi bagi ibu yang baru melahirkan. Waktu itu memang produksi ASI saya pada awalnya belum terlalu deras, selain karena belum terlalu disedot oleh Uwais berdasarkan prinsip based on demand, juga karena sehabis dilahirkan hingga berjam-jam setelahnya, Uwais tidur lelap sekali. Sehingga ketika mau disusui, anaknya malah tidur. Selain itu, pihak rumah sakit terus saja merongrong kami untuk segera memberikan susu formula kepada Uwais dengan alasan kasihan bayinya belum makan apa-apa. Saat dipompa pun ASI yang keluar masih sedikit. Ternyata sekarang saya baru mengetahui bahwa ASI yang dibutuhkan oleh bayi yang baru dilahirkan hanya sedikit saja. Bayi yang menangis bukan hanya melulu karena ingin disusui, melainkan bisa karena kedinginan, ingin bersama ibunya, mengingat saya dan Uwais tidak berada di ruangan yang sama saat itu. Satu hal yang saya sesali sekali kala itu, ternyata tanpa sepengetahuan dan izin kami, Uwais bila menangis memang tidak diberikan susu formula, melainkan air putih. Hal ini baru saya ketahui setelah kami keluar dari rumah sakit. Akhirnya pada malam harinya kami minta agar Uwais bisa tidur satu ruangan bersama saya. Alhamdulillah, malamnya Uwais minum ASI dengan lahap, sampai-sampai saya hanya tidur beberapa jam saja.

Menyusui satu jam sekali
Saya kira drama memperjuangkan ASI untuk Uwais hanya akan berakhir di rumah sakit, namun ternyata sesampainya di rumah, perjuangan itu terus berlanjut. Memang tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa bayi lelaki menyusui lebih banyak ketimbang bayi perempuan. Namun saya kira itu tidak akan terjadi pada saya. Bila bayi pada umumnya harus dipaksa disusui beberapa jam sekali, maka yang terjadi pada Uwais adalah saya yang dipaksa menyusui setiap sejam sekali, terkadang bahkan setengah jam sekali. Alhasil, saya tidak bisa banyak melakukan sesuatu. Makan, minum, mandi, buang air besar, buang air kecil, tidur, semua harus berlomba sebelum Uwais bangun dan minta susu. Bagi saya Uwais adalah trainer saya dalam bergerak cepat kala itu. Belakangan saya baru tahu bahwa hal itu adalah growth spurt atau percepatan pertumbuhan yang ditandai dengan menyusu lebih sering dan lebih rewel.

Menyusui saat masih dipengaruhi obat bius
Karena jauh dari orang tua, saat melahirkan saya hanya ditemani suami dan seorang tetangga. Barulah keesokan harinya mertua datang membantu selama seminggu di rumah. Karena merasa tidak enak dengan mertua, ditambah perasaan sedih jauh dari orang tua, akhirnya saya mengalami depresi ringan setelah melahirkan atau baby blues. Hal ini juga yang menjadi salah satu penyebab lambatnya kesembuhan pada jahitan saya. Beberapa kali saya menangis sedih karena tak kunjung sembuh dan ingin bisa beraktifitas seperti sedia kala. Puncaknya, ketika Uwais berusia dua minggu, saya kontrol ke dokter kandungan dan ternyata jahitan saya rusak. Alhasil malam itu juga saya harus melakukan repair jahitan agar tidak terjadi infeksi atau hal lain yang tidak diinginkan. Malam itu juga kami bermalam di rumah sakit dan tak lupa membawa Uwais bersama karena dia masih ASI ekslusif.
Sekitar jam 10 malam jadwal jahit ulang akan dilakukan. Maka sebelum dijahit, saya susui terus Uwais agar nanti tidak menangis. Selain itu, sedikit demi sedikit saya mulai memerah untuk cadangan bila nanti Uwais menangis ketika masih berlangsung tindakan. Sayangnya, susu perah saya tak terlalu banyak, saya hanya bisa memerah setengah botol susu kecil.
Mungkin karena tahu ibunya panik saat itu, antara masih trauma dengan sakitnya jahitan pertama dengan tak tega meninggalkan Uwais, Uwais pun ikut merasakan hal yang sama. Padahal ketika ditinggalkan, ia masih tertidur. Begitu tindakan jahit ulang dilakukan, Uwais menangis sejadi-jadinya. Tangisannya kencang sekali, bahkan terdengar ke parkiran rumah sakit. Sementara ASI perah hanya setengah botol dan langsung habis begitu diminumkan ke Uwais. Waktu itu dokter kandungan yang menangani saya juga membuka praktik di rumahnya. Sehingga, proses repair baru bisa dilakukan setelah pasiennya selesai diperiksa, sekitar tengah malam. Jadi selama beberapa jam saat proses repair dilakukan, suami dan mertua saya berjuang menenangkan Uwais yang menangis keras dan mengamuk. Hampir saja Ibu mertua menyerah dan meminta suami memberikan susu formula. Untunglah, suami masih berkeras.
Akhirnya, setelah beberapa jam proses repair pun selesai. Suami yang mengetahui hal itu langsung mengendap-endap masuk ke ruang tindakan dan langsung membaringkan Uwais di atas dada saya kemudian dalam keadaan masih dibius saya pun menyusui Uwais. Keesokan harinya tensi mertua langsung meningkat drastis karena tidak tidur semalaman menenangkan Uwais.

Menyusui dengan lecet puting
Bila umumnya ibu menyusui akan mengalami lecet puting di awal pertumbuhan gigi bayi, maka tidak dengan Uwais. Lecet puting yang saya alami terjadi ketika ia berusia 13 bulan saat giginya berjumlah enam buah. Waktu itu saya dan suami sedang menjalani LDR selama dua bulan lamanya. Selama seminggu saya harus merasa ketakutan setiap Uwais meminta susu karena trauma dengan rasa sakit dan harus merasakan sensasi menahan sakit setiap kali menyusui. Alhamdulillah setelah beberapa hari lecet puting bisa sembuh.
Begitulah sedikit cerita di awal saya menyusui Uwais. Alhamdulillah di setiap kesulitan yang ada, selalu ada kemudahan. Sekarang usia Uwais sudah 17 bulan dan masih terus menyusui InsyaAllah sampai usianya minimal dua tahun.

image
Menyusui Uwais kapan dan dimanapun

Sekarang Uwais sudah bisa berjalan dan bisa diajak kemana-mana. Karenanya, kini menyusui Uwais pun bisa dimana-mana. Di dalam kereta, di mall, di pantai, masjid, rumah makan, taman bermain, dan banyak lainnya.untuk itu, saya membutuhkan baju ibu menyusui yang nyaman dan enak dipakai agar bisa menyusui dimana pun dan kapan pun dengan mudah tanpa perlu kesulitan karena baju.

image
Uwais sudah bisa diajak membangun istana pasir.

Salah satu online shop yang menjual aneka baju ibu menyusui adalah Hijup.com. Ada banyak sekali pilihan baju menyusui di sana. Berikut beberapa model yang saya suka.

image
Daisy nursingwear
image
Heidy nursingwear
image
Tiara dress nursingwear

Mau lihat koleksi lainnya? Silahkan kunjungi Hijup.com dan pilih shop by categories, lalu klik breastfeeding.

Agar para ibu tidak mengalami hal serupa dengan yang saya alami dan breasftfeeding bisa berjalan lancar, berikut saya rangkum beberapa tips dari pengalaman menyusui Uwais:
1. Jangan lupa berdo’a dan meminta kepada Allah agar kita diberi kemudahan dalam memberikan ASI.
2. Yakin dan percaya diri bahwa ASI yang kita miliki akan cukup bahkan lebih untuk anak kita.
3. Pelajari ilmu tentang menyusui sebanyak mungkin, mulai dari mitos-mitos yang salah seputar ASI dan menyusui, posisi pelekatan yang baik, dan lainnya. Jangan lupa ajak serta anggota keluarga terutama suami untuk mempelajari tentang ASI sehingga bisa turut mendukung kita dalam memberikan ASI.
4. Ikuti berbagai grup pro ASI di sosial media agar kita merasa memiliki teman seperjuangan.
5. Cermat memilih dokter dan rumah sakit yang pro dengan ASI untuk memudahkan proses pemberian ASI pada si kecil.
6. Lakukan berbagai hal baik dan menarik yang bisa membuat ibu bahagia seperti berlibur bersama keluarga, sehingga meningkatkan kualitas ASI.
7. Jangan sediakan susu formula sedikit pun di rumah, sehingga dalam keadaan sesulit apapun kita akan terus berusaha memberikan ASI.

Jadi, para ibu, happy breastfeeding untuk kita semua. Seberat apapun perjuangan yang kau lakukan saat menyusui, percayalah ada ribuan bahkan jutaan wanita sebelum kita di luar sana yang juga memberikan ASI pada anak-anaknya dan mereka berhasil. Dua tahun adalah waktu yang sebentar saja, karena kelak kita akan merindukan lagi masa-masa menyusui si kecil. Jadi, teruslah menyusui dengan penuh cinta. 😍

Tulisan ini diikutsertakan dalam Mother’s Day Blog Competition 2015 yang diselenggarakan oleh Hijup.comThe Urban Mama dan Laiqa Magazine.

image

Iklan

Mantapnya Bakso Tek Woleh, Nek Nggak Entek, Digowo Muleh

image
Warung bakso tek woleh

Apakah Anda penggemar berat bakso? Jangan ngaku iya sebelum incip-incip bakso spektakuler yang satu ini. Gimana nggak spektakuler, besarnya aja satu mangkok! Woow, nulisnya aja udah bikin kenyang , haha lebay.
Warung bakso Pak Imam ini terletak di desa Jati Banteng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.
Jadi, sepulang dari pantai Pasir Putih, perut mulai keroncongan. Eh, ternyata mas suami punya referensi tempat bakso yang enak, langsung deh kita cuss ke warung bakso Pak Imam ini.

image
Ini nih bakso Tek Woleh itu, guede sekali kan?

Dengan mengusung tagline Tek Woleh, nek nggak entek digowo muleh, atau artinya kalau tak habis dibawa pulang, bakso tek woleh ini emang sukses membuat kami melakukan apa yang tertulis dalam taglinenya. Gimana enggak, karena awalnya kami sampai kesasar untuk menuju warung bakso ini, -karena dengan pedenya kami tidak bertanya ke penduduk setempat, padahal belum tahu tempatnya 🙈- maka ketika sampai di warung bakso kami dalam kondisi kelaparan, kemudian dengan mantap kami pun memesan bakso dengan pentol yang paling besar ini 2 porsi. 😁
Fyuuh, akhirnya kami menyerah, ternyata menghabiskan satu porsi berdua saja butuh tenaga ekstra. Haha.
Jangan khawatir, bila merasa tak mampu makan seporsi besar, kita masih bisa mencicipi porsi kecil seharga 6 ribu per mangkok, atau porsi sedang seharga 12.000. Nah kalau untuk porsi jumbo ini, cukup 25.000 saja. Sambil makan bakso kita bisa nyeruput es jeruk seharga 2500 saja, murah kan? 🙂
Seperti warung yang berada di desa umumnya, warung ini terlihat sederhana dengan fasilitas seadanya.

image
Suasana di warung bakso

Cukup dengan menempuh perjalanan sepanjang kira-kira 5 km dari jalan raya, kita akan segera menemui warug bakso yang awalnya dikenal sebagai warung bakso kepala bayi ini. Mungkin karena besar pentolnya yang seukuran kepala bayi pada umumnya. Hii, serem ya namanya :D.
Meskipun berada di desa, jangan dikira akses jalan menuju warung rusak dan jelek ya, karena sepanjang perjalanan, jalanan sudah diaspal bagus plus  kita akan disuguhi suasana persawahan yang menenangkan.
Nah, ketika sudah sampai di warung bakso yang berada persis di sebelah masjid ini, lelah karena perjalanan jauh yang ditempuh pun akan hilang seketika terukar dengan kemantapan bakso tek woleh ini. Selain pentolnya yang super besar, di dalam bakso ini juga ditaburi potongan daging kecil-kecil yang semakin menggugah selera makan kita.

image
Kelihatan nggak potongan daging uratnya?
image
Bapak yang baju biru ini yang punya warung bakso tek woleh

Jadi, udah pada ngiler belum ya? Kalo sudah, mending langsung cuss yuk ke warung baksonya langsung. 🙂

Warung bakso Tek Woleh
Alamat: Desa Jati Banteng, Kec. Besuki, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur.
Google Maps: https://goo.gl/maps/Pik4x53UwGU2

Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?

image
Sumber gambar: kompas.com

Assalamu’alaikum, apa kabar semuanya? (Kayak yang baca banyak aja, haha). Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindunganNya ya, Aamiin.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10 Desember kemarin, saya dan Uwais menghadiri posyandu rutinan yang diselenggarakan oleh paguyuban ibu-ibu istri karyawan di tempat suami saya bekerja. Salah satu yang saya sukai dari menghadiri posyandu ini –selain karena dapat jatah jajan yang banyak, ups- adalah karena juga dilengkapi seminar kesehatan langsung dari dokternya. Biasanya tema seminarnya selalu berkaitan dengan perkembangan kesehatan balita secara khusus. Nah, kali ini tema seminar kesehatannya adalah “Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?”.
Berikut ini adalah rangkuman materi seminar yang masih saya ingat ditambah dengan beberapa teori dari beberapa buku mengenai kesehatan anak yang ada di rumah, semoga bermanfaat ya. 🙂

Apa itu demam?

Berdasarkan definisinya, demam berarti peningkatan suhu tubuh melebihi suhu normal.

Lalu, berapakah suhu tubuh normal pada anak?

Sesungguhnya, suhu tubuh pada anak dapat selalu berubah-ubah, bergantung pada waktu (hampir 1°c lebih rendah pada awal pagi hari dibandingkan dengan pada akhir sore atau awal malam hari), berapa banyak makanan yang telah dimakan, berapa lama ia tidur, atau apakah metabolisme tubuhnya berlangsung cepat atau lambat. Rentang suhu rata-rata bagi anak adalah 36°c – 38°c, tetapi juga bergantung dengan cara mengukurnya:
– Suhu yang diukur di pantat: Akurat
– Suhu yang diukur di mulut: Tambah ½ derajat
– Suhu yang diukur di ketiak: Tambah 1 derajat
– Suhu yang diukur di telinga: Secara teoretis, hasilnya akurat (bergantung pada termometer yang digunakan)

Lebih lanjut dokter menerangkan bahwa suhu normal pada ketiak adalah 36,5°c – 37,5°c.

Mengapa anak demam?

Umumnya demam merupakan gejala awal dari penyakit lain. Salah satu fungsi utama demam adalah seperti pendeteksi asap saat terjadi kebakaran yang berguna membunyikan sirene saat terjadi kebakaran atau pertanda bahwa telah terjadi sesuatu yang lain di dalam tubuh anak. Karenanya, jangan dulu panik dan sibuk hendak mematikan si pendeteksi asap tanpa terlebih dahulu mengobservasi penyebab utama demam.
Selain itu, demam juga merupakan respons penyesuaian tubuh untuk menurunkan perkembangbiakan mikroorganisme dan meningkatkan peradangan. Saat tergores misalnya, kita akan melihat kemerahan dan bengkak menyertai peradangan serta merasakan menghangatnya bagian yang tergores. Tetapi ketika terjadi peradangan pada organ dalam karena virus atau bakteri, peradangan itu bersifat internal dan terjadi di seluruh tubuh sehingga panas akan muncul dalam bentuk demam. Pada anak yang tidak memiliki masalah peradangan lain, demam menunjukkan bahwa ia tengah menghadapi infeksi dan kita perlu menemukan jenis infeksi apa yang terjadi, seberapa parah, dan apa rencana kita selanjutnya.
1. Panas pada anak juga merupakan renspons kekebalan tubuh yang mulai diaktifkan ketika tubuh anak dimasuki virus atau bakteri. Sehingga, tubuh meningkatkan suhu tubuh untuk memanggil sel kekebalan tubuh. Secara khusus fungsi panas pada anak yaitu:
2. Panas bisa mengganggu dan melemahkan bakteri
3. Panas merangsang sel-sel kekebalan tubuh untuk melepaskan senyawa kimia yang disebut sitokin untuk  menghajar si penyusup. Proses ini meningkatkan ketepatan respons kekebalan tubuh kita serta mengurangi kerusakan yang dialami sel lain.
Mengaktifkan senyawa kimia yang melindungi beberapa protein penting di dalam tubuh, sehingga selain sebagai pendeteksi asap, demam juga berfungsi sekaligus pemancar air.
Karenanya, bersyukurlah bila ternyata tubuh anak kita masih mengeluarkan panas, karena itu berarti kekebalan tubuhnya berjalan dengan baik. Betapa Allah itu Maha Baik ya, sampai ke demam anak pun ada manfaatnya.

Kapan demam pada anak mulai berbahaya?

Jangan terburu-buru untuk menurunkan demam pada anak secepat mungkin, karena sebenarnya kita tidak perlu tergesa-gesa mengambil obat, jika:
Demam tidak mengganggu anak
Anak tidak punya riwayat demam hingga kejang, gangguan mitokondria atau penyakit metabolisme kronis lain,
Anak tidak menunjukkan gejala lain, misalnya demam disertai batuk pilek, keluar cairan dari telinga, atau diare.

Lalu, bagaimana pertolongan pertama pada anak demam (P3AD)?

Bila masih menyusui, berikan asi sesering mungkin,
Beri minum lebih sering dan lebih banyak,
Jangan diselimuti atau diberi baju tebal,
Kompres dengan air hangat, jangan dengan air dingin karena anak bisa menggigil.
Nah, bila P3AD telah dilakukan namun demamnya tidak kunjung turun, sementara anak sudah mulai gelisah dan semakin terganggu, kita bisa mulai dengan dosis asetaminofen-atau lebih dikenal dengan nama parasetamol- yang dianjurkan atau obat anti radang nonteroid ibuprofen setiap 4 jam atau memberikan keduanya secara berselang-seling setiap 2 jam jika anak mengalami demam hingga kejang atau kondisi lain yang bisa diperparah oleh demam.

Kapan harus menghubungi dokter?

Bila usia anak di bawah 3 bulan, namun suhu tubuhnya lebih dari 37,9°c.
Anak susah makan atau tidak buang air besar dan suhu tubuhnya lebih dari 37,9°c.
Anak tampak lesu atau rewel tidak seperti biasanya.
Anak pernah mengalami demam hingga kejang dan kini suhu tubuhnya teus meningkat.
Anak demam dan tampak berbeda setelah suhu tubuhnya kembali normal.
Telepon dokter saat itu juga atau pergi ke UGD jika…
Anak tidak menanggapi rangsangan apapun, lesu, an tidak mengeluarkan air mata atau air seni selama 8 jam.
Anak mengalami kesulitan bernapas.
Anak mengalami demam lebih dari 40,5°c
Biasanya, seorang ibu akan tahu kapan anaknya butuh perawatan lebih lanjut dengan dokter, atau cukup di rumah saja.
Jangan pernah menambah dosis obat dengan harapan bisa mempercepat proses atau karena ingin melihat perubahan secepatnya. Pada dosis tinggi, kedua tipe penurun demam atau pereda nyeri bisa tertimbun di dalam darah dan menyebabkan kerusakan hati. Jangan memberikan aspirin kepada anak kecuali atas resep dokter karena bisa menyebabkan penyakit hati dan otak. Bila ragu dengan dosis obat yang akan diberikan, jangan sungkan untuk menghubungi dokter.
Itulah sedikit materi dari seminar kesehatan posyandu mengenai “Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?”. Semoga materinya bisa bermanfaat untuk diterapkan di rumah ya. O ya, jangan lupa, selain obat dan pertolongan pertama pada anak demam, teruslah berdo’a agar Allah senantiasa menjaga keluarga kita dan segera memberikan kesembuhan bila anak kita sakit, karena sungguh secanggih apapun upaya kita, hanya Dia lah Yang Maha Menyembuhkan.
Apalagi sekarang kita sudah berada di bulan desember yang biasanya akan disertai dengan musim hujan, jangan lupa untuk terus jaga kesehatan kita dan keluarga dengan makan makanan bergizi serta berolahraga ya, salam sehat untuk kita semua.
Wassalamu’alaikum… 🙂

Inilah cerita Desember & Me, Mana Ceritamu?

Sumber:
1. Seminar kesehatan oleh dr. Maulida (area kerja Paiton Probolinggo) dengan tema “Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?”.
2. Buku Kesehatan Ibu dan Anak terbitan departemen kesehatan.
3. Buku Rising Your Child Bab:

Belanja Online, Siapa Takut?

Belanja Online, Siapa Takut?
image
Macam-macam online shop.(Sumber gambar: dok. Pribadi)

Di era internetisasi seperti sekarang ini, belanja online bukanlah sesuatu yang menakutkan lagi untuk dilakukan. Bila dulu orang masih ragu untuk belanja online karena khawatir akan keamanannya, sekarang hal ini tidak perlu dirisaukan lagi mengingat berbagai proteksi yang sudah disediakan di beberapa online shop demi menjamin keamanan transaksi para pembelinya. Apalagi sebagian besar offline shop sekarang sudah memiliki situs pembelian online sebagai salah satu teknik pemasarannya, sehingga membuat para pembeli lebih yakin bahwa online shop tersebut bukanlah toko fiktif.
Selain itu, menjamurnya online shop dengan berbagai pilihannya juga membuat para pembeli lebih tertarik untuk membeli online ketimbang offline. Anda butuh sesuatu, tinggal search barang yang dicari maka akan langsung keluar puluhan, ratusan, bahkan ribuan barang serupa yang dijual online. Sebut saja barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, mainan anak, jasa guru, jasa ART, atau toko online yang menyediakan aneka kategori seperti otomotif, fashion, perawatan tubuh jadi satu, bahkan ada toko online yang menjual aneka bahan mentah fresh beserta bumbunya yang siap dimasak. Bayangkan, hal yang sedetil itu pun ada di online shop!
Menurut saya, terkadang belanja online memang lebih seru dan menguntungkan daripada belanja langsung ke toko, apalagi bagi emak-emak pengiritan seperti saya, haha. Masih belum percaya juga? Yuk kita bandingkan!
1. Harga lebih murah

image
Online shop sering memberingan potongan harga. (Sumber gambar murah grosir)

Karena keberadaannya yang terus meningkat, beberapa online shop sering mengadakan promo menarik demi menyenangkan para pembelinya. Misalnya potongan belanja pada hari-hari tertentu, potongan harga tiap tanggal muda, atau bisa juga potongan harga sebagai new member. Potongan yang diberikan kadang bahkan up to 90%!
Apalagi dalam rangka harbolnas yang jatuh pada tanggal 12 desember nanti, semua online shop berlomba-lomba memberikan potongan sebesar-besarnya kepada para pembeli. Itulah mengapa harga barang di online shop sering lebih murah dibandingkan beli ke tokonya langsung. Jangan lupa membaca syarat dan ketentuan yang berlaku pada barang diskon sehingga tidak menyesal nantinya. Nah, untuk pengalaman belanja murah ini, saya pernah membeli rice cooker di salah satu online shop seharga 349.000 sementara di toko-toko offline harganya masih 460.000!Postingan lengkapnya bisa dibaca disini.
2. Bebas 3P (Panas, Penat, Pegal)
Kecuali capek jempol dan mata karena harus berlama-lama mantengin smartphone, belanja online memang menghindarkan kita dari 3P. 😀
Bagaimana tidak, rice cooker yang saya beli di atas bila membeli di toko offline, saya harus membelinya di Probolinggo kurang lebih selama 1 jam bersepeda motor. Kebayang kan ribetnya bila saya harus membelinya ke Probolinggo dengan bersepeda motor, apalagi harus menggendong si bocil. Beruntung sudah ada online shop, karena saya hanya perlu menunggu beberapa menit, barang siap dikirim oleh kurir.
3. No angkut mengangkut

image
Kalau belanja online tak kan seperti ini. (Sumber gambar: rpm super)

Meski ada beberapa toko offline yang menyediakan jasa antar barang ke rumah, beberapa yang lainnya tidak memiliki jasa pengiriman ini. Nah, bila kita berbelanja di online shop, semua belanjaan kita akan langsung diantar ke tempat tujuan kita, meskipun barang yang kita beli Cuma sebuah sikat gigi. Bahkan ada beberapa online shop yang memberikan jaminan free ongkir.
4. Tak perlu repot membawa uang receh dan mendapat kembalian permen

image
Beginilah jadinya bila banyak bawa uang di tas. (Sumber gambar: farecompare)

Saya pernah membeli mesin cuci di offline shop yang tidak menyediakan debit di tokonya. Harga mesin cucinya kurang lebih 1,5 jutaan. Karenanya, saya harus mengambil uang di ATM dan membawa uang tunai ke toko tersebut. Sungguh tidak mengenakkan, saya harus membawa uang sebanyak itu di dalam tas, belum lagi resikonya bila ada orang jahat yang tahu, akan dengan mudah mereka merampok tas saya. (Semoga tidak pernah terjadi, Aamiin). Nah, bila kita belanja di online shop, hampir semua transaksi keuangan dilakukan melalui transfer antar bank, kecuali kita sepakat untuk bayar di tempat. Bahkan, sekarang sudah tersedia jasa transfer uang antar bank secara online. Jadi, belanja sebanyak apapun bisa kita dilakukan di rumah sembari melakukan banyak hal lainnya. Selain itu, kita bisa selalu membayar barang yang kita beli meski harganya sebesar 109.999 ribu tanpa harus menunggu kembalian permen, asal harga di atas minimum transaksi transfer uang antar bank.
5. Banyak pilihan dan bebas membandingkan harga
Saya termasuk tipe orang yang bila sudah pulang membawa barang dengan harga tertentu, namun ternyata tahu bahwa ada toko lain yang menyediakan harga produk lebih murah, maka berhari-hari bahkan berminggu setelahnya saya akan terus memikirkannya. Haha 🙂 . Oleh karena itu, agar tidak menyesal nantinya, biasanya saya akan melakukan survey harga terlebih dahulu di beberapa toko tertentu sebelum menjatuhkan pilihan akan membeli barang di toko yang mana. Sayangnya, bila hal ini dilakukan di offline shop, kadang dibalas dengan muka masam bila datang hanya untuk menanyakan harga, selain itu,kita harus menyiapkan kaki yang kuat untuk melakukan survei harga ini. Bila melalui online shop, kita cukup mencari nama barang yang dibutuhkan, lalu akan muncul banyak barang serupa dengan harga yang berbeda dari online shop yang ada, semudah itulah survey harga berlangsung. Selain itu, kita juga bisa melihat-lihat pilihan yang ada di berbagai online shop langsung tanpa menunggu penjaga toko mengambil pilihan produk yang kita mau.

Itulah beberapa alasan mengapa saya terkadang lebih memilih belanja online daripada membeli langsung di toko offline, seperti ketika membeli rice cooker, oven, satu set pisau, noodle maker, mixer, kaos buat suami, jaket buat suami, jilbab, beberapa gamis, dan lainnya. Alhamdulillah selama saya belanja online, belum pernah ditipu oleh penjualnya. Biasanya, sebelum memutuskan untuk membeli, saya akan melihat review dari pembeli-pembeli sebelumnya, selain itu juga dengan melihat sistem pembayaran dari online shop tersebut terpecaya atau tidak (terutama untuk online shop yang merupakan kumpulan dari beberapa penjual). Makanya saya hanya belanja online di online shop yang memang benar-benar terpercaya sekaligus sudah pernah belanja di online shop tersebut sebelumnya, tentunya hasil sebelumnya tidak mengecewakan, terutama untuk jilbab dan gamis.
Salah satu online shop yang menyediakan aneka jilbab, gamis dan aksesorisnya adalah hijup.com. di sana tersedia beberapa produk dengan brand ternama seperti mae by gerai yusuf, Dian Pelangi, kayara by Maia Estianty, ristyland by Risti Tagor, dan masih banyak lagi lainnya. Di bawah ini beberapa koleksi hijup.com:

image
Anatawu abaya long coat L’Mira etnhique (sumber gambar: hijup.com)
image
Long cardy set kamila. (Sumber gambar: hijup.com)
image
Long vest dress set kamila. (Sumber gambar: hijup.com)

Gimana? Pada mupeng semua kan? 😄 Cara belanjanya juga mudah sekali lho,  Berikut cara belanja di hijup.com :

image
Cara belanja di Hijup.com. (Sumber gambar: HijupBlog)

1. Register atau login
Untuk memudahkan dalam belanja di hijup.com, jangan lupa resistrasi new account terlebih dahulu. Bila sudah register, langsung saja log in. Hal ini akan memudahkan hijup.com mengingat data-data yang dibutuhkan ketika kita belanja nanti. Caranya tinggal klik tombol register atau sign in pada layar.
2. Pembelian barang
Pilih barang yang diinginkan di hijup.com, pastikan warna, ukuran dan jumlah barang yang diinginkan sesuai dengan data yang diberikan. Lalu klik tombol buy untuk memasukkan barang ke dalam shopping chart. Setelah puas belanja, klik checkout untuk melanjutkan proses berikutnya.
3. Pembayaran & konfirmasi
Akan ada pemberitahuan via email mengenai jumlah tagihan dan rekening tujuan. Pastikan tidak salah mentransfer jumlah tagihan dan memasukkan nomor rekening ya. Lakukan konfirmasi pembayaran bila transaksi pembayaran telah selesai dilakukan, cukup klik tombol payment confirm.
4. Barang dikirim ke alamat anda
Setelah semua tahapan di atas selesai, kita tinggal duduk manis di rumah sambil menunggu kurir hijup.com mengantarkan pesanan.
Jangan khawatir, bila terdapat cacat produksi pada produk atau tidak sesuai dengan yang kita pesan, tinggal kirimkan kembali produk tersebut ke hijup.com dengan melampirkan tanda terima dari kurir.

Nah, ternyata belanja online itu mudah banget kan, tinggal klik sana klik situ. Jadi, masih ragu untuk belanja online?

“Tulisan ini disertakan untuk giveaway #FAMILYTALK Annisa Steviani dan Istiana Sutanti bersama Hijup.comimage

Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sepanjang Galah 

Sebenarnya nama aslinya adalah Setia, namun entah mengapa orang-orang kebanyakan memanggilnya Sutia. Kemudian pada suatu ketika Emak akhirnya menuliskan Sutia untuk nama di KTP nya, karena Beliau beranggapan bahwa kebanyakan orang yang memiliki huruf ‘u’ di dalam namanya adalah orang-orang sukses, seperti nabi Muhammad SAW, Susilo Bambang Yudhoyono, Muhammad Ali, dan banyak lagi lainnya menurut Beliau. 

Sesederhana itulah saya melihat Emak, yang siapa sangka dari sosok sederhana inilah kelak lahir cinta yang begitu luar biasa bagi kami anak-anaknya.

Emak lahir di desa Pejem, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kira-kira setengah abad silam. Beliau lahir di desa yang jauh sekali dari peradaban dan teknologi. Bahkan dulu waktu hendak berangkat ke sekolah, Emak harus menempuh perjalanan terjal dan panjang berjam-jam lamanya dengan berjalan kaki. Sayangnya, karena terkendala biaya, Emak pun harus berhenti sekolah dan membantu nenek berkebun di ladang, begitu Ia selalu bercerita tentang masa kecilnya pada kami agar senantiasa semangat dalam menuntut ilmu.

Waktu berlalu, Emak pun menikah dengan Ayah. Tak lama setelah menikah, Emak hijrah ke beberapa kampung lain sampai akhirnya menetap di ibukota provinsi, Pangkalpinang. Disinilah kemudian semua perjuangan bermula. Meski Emak dan Ayah tidak lulus SD, kedua orang tua kami selalu mewanti-wanti kami untuk belajar dengan tekun agar kelak bisa menjadi orang sukses. Karenanya, dengan penuh semangat mereka terus berusaha menyekolahkan kami setinggi mungkin untuk bekal kami kelak di masa depan.

Sebagai seorang dari kampung terpencil dan tidak sekolah,  Ayah hanya bisa bekerja serabutan, mulai dari bekerja sebagai penyapu jalan, kuli pasir, hingga akhirnya ayah menetapkan pekerjaan sebagai nelayan. Menyadari bahwa pendapatan Ayah sebagai buruh harian sepertinya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan kami, Emak pun akhirnya memutuskan untuk berjualan sayur keliling menggunakan sepeda. Saya yang waktu itu masih berusia sekitar lima tahunan, dititipkan di rumah Bibi, adiknya Ayah atau kadang-kadang di rumah nenek. Pulang berjualan barulah Emak menjemput saya.

Seperti ibu ini, dulu Emak juga mengayuh sepeda untuk menjajakan dagangannya kepada para pembeli. (Sumber gambar:
Seperti ibu ini, dulu Emak juga mengayuh sepeda setiap hari untuk menjajakan dagangannya kepada para pembeli. (Sumber gambar: Jhon-404)

Pada mula  berjualan, Emak belum lagi mendapat pelanggan, karenanya Emak harus mengayuh sepedanya hingga ke kampung-kampung yang jauh dari kota, yang bila ditempuh dengan motor harus berjam-jam lamanya. Belum lagi pada masa itu, jalan-jalan kampung belum lah semulus sekarang, melainkan penuh terjal dan bebatuan. Namun, Emak tetap menjalani semuanya dengan ikhlas dan semangat, tak pernah Beliau menyuruh kami untuk berhenti sekolah kemudian membantunya bekerja.

Pagi-pagi sebelum subuh Emak sudah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk kami sebelum berangkat sekolah. Kemudian setelah subuh, Beliau pun berangkat ke pasar mengambil barang dagangan dijual keliling kampung. Emak baru pulang kembali ke rumah sekitar pukul 1 siang. Sampai di rumah, setelah memebereskan semua barang dagangannya, Emak masih menyempatkan memasak makan siang untuk kami sekeluarga. Aktivitas ini berlangsung lama sekali hingga akhirnya saya pun masuk SMP dan Alhamdulillah Emak bisa berjualan keliling dengan sepeda motor. Meski hanya sepeda motor bekas, namun saya bisa mengingat sepertinya Emak dibuat lebih mudah dalam berjualan.

Setelah berjualan beberapa lama, Emak akhirnya bisa membeli sepeda motor bekas untuk memudahkannya berjualan. (Sumber:)
Setelah berjualan beberapa lama, Emak akhirnya bisa membeli sepeda motor bekas untuk memudahkannya berjualan. (Sumber gambar: Tribunnews)

“Sa.. yur, sa.. yur, sayur dak say?”¹Begitu biasanya Emak menawarkan dagangan ke para tetangga bila sudah mencapai seputaran kampung tempat kami tinggal. Aktivitas berjualan sayur keliling ini terus berlangsung hingga saya masuk SMA dan akhirnya di pertengahan saya sekolah  SMA, Emak memutuskan untuk membuka toko kelontong di depan rumah. Hal ini karena Emak melihat satu-satunya toko kelontong yang ada di kampung sepertinya tidak terlalu semangat dalam berjualan. Beliau pun meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik toko ketika hendak membuka toko kelontong.

Akhirnya Emak bisa membuka toko kelontong dan berhenti menjadi penjual sayur keliling. (Sumber:)
Akhirnya Emak bisa membuka toko kelontong dan berhenti menjadi penjual sayur keliling. (Sumber gambar:bisnis ukm)

Hingga saya lulus SMA Emak masih berjualan di toko kelontong. Kali ini toko kelontongnya sudah lebih maju dan besar dari yang dulu, barang-barang jualannya lebih lengkap, mulai dari bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe putih, aneka cemilan, minuman, kebutuhan rumah tangga, buku tulis, hingga lampu pun ada. Bahkan bangunan toko dibangun khusus di pinggir jalan untuk memudahkan pembeli yang ingin membeli sesuatu di toko Emak.

Begitulah sekelumit perjuangan Emak dalam membesarkan kami anak-anaknya. Saya ingat betul segala sesuatu yang Emak lakukan adalah untuk kami anak-anaknya. Bahkan meski mungkin memiliki uang untuk membeli baju baru, Emak tidakalah membelinya kecuali untuk kami anak-anaknya. Bukan hanya satu baju atau celana Emak yang ditempel-tempel dengan kain perca agar bisa digunakan kembali. Bahkan hingga kini ketika anaknya sudah menikah dan memiliki kehidupan masing-masing, Emak masih tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Berapa kali saya selalu mengajaknya untuk tinggal bersama saya dan keluarga Beliau tetap memilih sibuk di toko kelontongnya. Bahkan untuk meminta nomor rekening Emak sehingga saya bisa memberikan sedikit rezeki kepadanya, harus saya lakukan dengan mengambilnya diam-diam di selipan baju di lemari kamarnya. Pernah suatu ketika saya memberikan sejumlah uang kepada Emak, langsung ditolak oleh Emak, jika saja bukan karena saya memaksa Emak untuk menerimanya.

Emak
Emak dan kedua cucunya. 

Benarlah jika ada peribahasa yang mengatakan bahwa kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah, karena seberapa banyak pun kebaikan yang kami lakukan untuk membalas semua kebaikan kedua orang tua kami terutama Emak, tidak akan cukup sampai kapanpun. Hanyalah do’a yang senantiasa kami panjatkan semoga Allah senantiasa menjaga mereka di manapun mereka berada. Terima kasih Emak, semoga Allah membalas semua kebaikanmu dengan jannahNya, Aamiin.

“Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando’s Giveaway : Spread The Good Story”

Gather+aroundthe+table+%281%29

¹ “Sa.. yur, sa.. yur, sayur nggak say?”
Say adalah panggilan Emak kepada pelanggannya seperti jeng, sis, dst.