“Mak, Lia pengen nikah”. Ungkap ku dengan tegas.
“Nikah lah nak, emangnya Mak menghalang i kamu untuk nikah?”Jawab Mak sekenanya.
“Bukan itu masalahnya Mak, Lia butuh izin Mak.”Tanyaku lagi.
“Iya, Mak izinkan.”Jawab Mak lagi.
“Berarti Mak izinkan Lia menikah sebelum wisuda Mak?
“Sebentar, apa katamu nak?”
“Iya, kata Mak, Mak gak ngelarang Lia untuk menikah? Berarti kalo menikahnya sebelum wisuda juga gak masalah dong?”
“Apa katamu Nak? Kamu disana itu kerja praktik lo, bukan nyari calon suami!

Compares

Kenapa c, jadi sibuk ngebandingin kelebihan orang sama kekurangan kamu yang jelas2 beda,
Kenapa c , jadi sibuk membandingkan peluang orang sama peluang kamu, yang jelas2 beda,
KENAPA c, jadi sibuk ngebandingin rejeki orang sama rejeki kamu yang juga jelas2 beda,
Kenapa c, jadi sibuk ngebandingin prestasi orang sama prestasimu tanpa melihat bagaimana c perjuangan nya dan perjuangan mu!

Ok, escape all this!!
Buka ya, tuh mata lebar2, Kamu itu udah sangat2 beruntung banget dengan semua yang udah kamu dapet n alami,
berhenti melakukan hal2 yang membuatmu seperti orang yang tak tahu diri,
Dan mulailah untuk belajar bersyukur,

Ya Allah, jangan biarkan hamba menjauh dari semua jalan yang Kau Ridhoi,
Jangan biarkan diakhir nafas hamba nanti, Hamba pergi dalam keadaan kufur akan nikmat Mu Ya Allah,
Dekatkan hamba selalu dengan jalan yang Kau Ridhoi Ya Allah,
Aamiin..^^

kalau kau benar-benar sayang padaku
kalau kau benar-benar cinta
tak perlu kau katakan semua itu
cukup tingkah laku

*
sekarang apalah cinta
kalau hanya dibibir saja
cinta itu bukanlah main-mainan

tapi pengorbanan
semua bisa bilang sayang…
semua bisa bilang…
apalah artinya cinta…

tanpa kenyataan
kalau kau benar-benar sayang
kalau kau benar-benar cinta
tak perlu kau katakan semua itu

cukup tingkah laku…

^^

Ada yang salah dengan saya, dia, kami, kita dan mereka?
Saya kira tidak.
Lantas mengapa sepertinya perbedaan jauh sekali kentara antara kamu, dia, kami, kita, dan mereka?
Entahlah.
Kadang saya berpikir tentang kesempatan.
Apa? Menurutmu kesempatan?
Ya.
Mengapa kamu bisa bilang begitu?
Karena itu yang saya rasakan. Jawaban asal.
Pernah gak kamu berpikir tentang apa yang Allah udah kasih ke kamu?
Pernah.
Udahlah. Melihat banyaknya perbedaan antara saya, dia,kami, kita dan mereka hanya akan membuat saya sedih dan menyesali nasib.
Dan saya malu untuk melakukan itu, menyesali nasib.
Ya. Antara saya, dia, kami, kita dan mereka memang ada banyak perbedaan.
Dan saya bangga untuk itu.
Saya bahagia karena saya berbeda.
Cukup.
Jangan tanya lagi.
Dan Maaf.