Menjadi Sehat dengan Gaya Hidup Sehat

Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga. Karena meskipun kita memiliki uang yang jumlahnya trilyunan, tak kan terasa berharga bila kesehatan tidak kita miliki. Pun begitu, ketika kita memiliki waktu luang beribu jam sekalipun, akan terasa sedikit sekali bila kita sedang sakit.

Tak percaya?

Pergilah ke rumah sakit. Tanyakan hal ini pada mereka yang sedang berbaring di rumah sakit berhari-hari karena sakitnya. Berapa banyak uang dan waktu yang telah mereka habiskan untuk sakitnya? Lalu tanyakan pada mereka, apakah mereka menikmatinya? Tentu saja tidak.

Mari kita buktikan pernyataan di atas. Kita ambil saja salah satu contoh penyakit yang jumlah penderitanya semakin meningkat di Indonesia, gagal ginjal. Bagi penderita gagal ginjal akut, setidaknya mereka harus melakukan cuci darah (hemodialisis) sebanyak 2-3 kali seminggu dengan lama waktu 4-5 jam. Umumnya, mereka harus melakukan cuci darah ini seumur hidup, dengan biaya pertahun Rp 50-80 juta.

Mari kita lakukan perhitungan. Bila kita ambil biaya yang dibutuhkan pertahun adalah Rp 50 juta, maka jika cuci darah dilakukan selama sepuluh tahun, total yang dihabiskan adalah Rp 500 juta. Untuk waktu, bila kita ambil lama yang dibutuhkan setiap kali sesi cuci darah adalah 4 jam dan dilakukan 2 kali dalam seminggu, maka dalam sebulan akan menghabiskan 32 jam. Itu berarti selama setahun akan menghabiskan 384 jam. Maka jika cuci darah dilakukan selama sepuluh tahun, total waktu yang diperlukan adalah 3840 jam.

Bisa dibayangkan bukan? Apa saja yang bisa kita lakukan dengan total uang Rp 500 juta dan waktu selama 3840 jam? Tentu banyak sekali. Tapi sekali lagi hanya bila kita sehat. Bila sedang sakit, uang dan waktu sebanyak itu akan terasa tidak berharga.

Sayangnya, kesehatan tidak datang dengan begitu saja. Ia adalah hasil dari pembiasaan sehat yang kita lakukan sehari-hari. Sebagaimana yang dijelaskan dr Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme, tentang kebiasaan sehat mulai dari minum air putih, cara memasak makanan, hingga waktu makannya sekalipun.

Kebiasaan sehat juga telah dicontohkan berabad-abad yang lalu oleh teladan terbaik sepanjang zaman, Muhammad SAW melalui perilaku sehat yang selalu Beliau terapkan. Mulai dari makan, minum, tidur, hingga aktifitas lainnya.

Dalam keseharian kami, saya dan suami berusaha untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat ini, sehingga hidup sehat bisa dengan mudah kita dapatkan. Karena kami percaya, bahwa kesehatan berbanding lurus dengan dengan kebiasaan sehat yang kita lakukan. Awalnya, memang terasa berat untuk melakukannya. Namun, begitu terbiasa melakukannya, maka kita hanya seperti sedang melakukan hal kecil yang biasa-biasa saja tapi begitu berarti bagi kesehatan kita. Berikut beberapa kebiasaan sehat yang kami lakukan di keluarga kami.

1. Mengawali hari dengan berdo’a

Selalu mengusahakan agar senantiasa berdo’a ketika bangun tidur merupakan wujud syukur atas masih diberikannya kesempatan untuk kembali beraktifitas dengan sehat pada hari itu. Selain itu, dengan berdo’a kita akan merasa lebih bersemangat dalam beraktifitas karena mengawali hari dengan syukur akan membuat hidup semakin bergairah.

2. Minum air putih sehabis bangun tidur

Setelah bangun tidur di pagi hari, sebelum BAK (buang air kecil) kami selalu mengupayakan untuk minum minimal segelas air putih. Lebih bagus lagi bila lebih.  Hal ini karena air merupakan aspek penting dalam tubuh kita. Bagaimana tidak, 55% hingga 78% dari tubuh kita terdiri dari air. Bahkan, pengobatan Jepang telah membuktikan keberhasilan terapi berbagai penyakit dengan minum air putih. Salah satunya adalah minum air putih di pagi hari sebelum BAK. Seperti yang dituliskan di club melilea.com, bahwa minum air putih biasa dengan metode yang benar, dapat memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur. Untuk itu, di kamar kami selalu menyediakan satu teko ukuran sedang dan gelas agar selepas bangun bisa langsung diminum.

3. Mandi pagi membuat badan lebih segar

Biasanya, kami mandi pagi sebelum waktu subuh. Awalnya memang agak sulit menerapkan kebiasaan mandi pagi ini, Karena rasa kantuk dan dinginnya air akan sangat terasa pada waktu ini. Namun, lama kelamaan setelah terbiasa, mandi pagi terasa sangat menyegarkan. Bahkan menurut penelitian terbaru, mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stres, tapi juga memiliki peranan penting meningkatkan kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit, juga mampu menyembuhkan masalah medis serius. Dr Egha Zainur Ramadhani dalam bukunya yang berjudul “SUPER HEALTH” menuliskan bahwa penelitian di Jepang menunjukkan bahwa kebiasaan mengguyur sekujur tubuh dengan air dingin, membuat seseorang siap mengawali hari dengan semangat menggebu.

4. Tidak tidur setelah subuh

“Tidur lagi setelah sholat subuh itu tidak baik, nanti rejekinya dipatok ayam”. Begitu nasehat orang tua yang sering saya dengar. Meski dulu jarang sekali dilaksanakan, karena habis subuh itu godaan terbesarnya memang tidur. Tapi setelah menikah hal itu begitu terasa bila dibandingkan ketika setelah subuh tidur lagi, semangat untuk menjalani hari jadi berkurang. Bawaannya jadi lemes, kadang ada beberapa pekerjaan rumah yang tidak selesai. Berbeda jika setelah subuh tidak tidur lagi, melainkan langsung beraktifitas. Hidup terasa lebih bersemangat dan yang pasti pekerjaan selesai lebih cepat. Biasanya setelah subuh saya langsung bersih-bersih rumah dan sangat menghindari tempat tidur.

5. Jalan pagi menikmati segarnya udara pagi

imageBersepeda keliling desa menikmati udara pagi

Bila suami sedang libur atau senggang, biasanya kami sempatkan untuk berjalan-jalan pagi. Kadang kami sempatkan berjalan dari rumah ke pasar bolak-balik, atau sekedar membeli beberapa keperluan rumah di toko persimpangan jalan yang berjarak kurang lebih 1 km. Melelahkan memang, tapi menyegarkan. Beruntungnya, desa tempat tinggal kami dikelilingi sawah dan masih banyak pohon. Sehingga bila di pagi hari kita mecari udara segar, dengan sangat mudah akan ditemukan. Selain berjalan kaki, kadang kami juga lari-lari kecil atau bahkan bersepeda keliling desa. Sehingga tubuh terbiasa bergerak dan lemak dalam tubuh pun bisa terbakar.

6. No MSG (Monosodium Glutamat)!

Setiap hari saya selalu usahakan untuk masak. Banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah, memudahkan saya untuk bisa masak setiap hari. Kecuali bila sedang ada urusan dan tak sempat, atau memang sedang ingin mencicipi masakan warung makan, barulah kami makan di luar. Hal ini dikarenakan saya ingin memastikan bahwa apa yang dimakan keluarga saya hanya yang baik dan tanpa MSG. Saat masak, resep andalan saya hanya bumbu dapur plus garam dan gula, dan No MSG!. Meski kadang memang tak seenak masakan dengan MSG, tapi setidaknya saya sudah menyelamatkan keluarga dari bahaya mengkonsumsi MSG secara berlebihan. Walaupun masih jadi perdebatan antara bahaya atau tidak penggunaan MSG, tapi semua yang berlebihan tentu tak baik bukan? Keluarga kami memilih untuk menguranginya.

7. Sayuran hijau menemani saat makan

imageSalah satu menu sarapan kami, ayam panggang lalapan hijau, maknyuus!! 🙂

Setiap makan, kami selalu mengusahakan ada sayuran. Terutama sayuran hijau. Karena sayuran hijau mengandung banyak vitamin yang baik bagi tubuh. Untuk itu, ketika masak sayuran hijau, saya selalu mengupayakan agar tidak terlalu lama dimasak di atas api agar tetap segar dan vitamin sayuran tak banyak menguap.

8. Mencuci buah dan sayur dengan air yang mengalir

Saya merasa sangat bersyukur karena suami begitu memperhatikan kebersihan dari bahan makanan atau makanan yang akan kami makan. Dia lah yang rajin mengingatkan tentang pentingnya mencuci buah dan sayur dengan air mengalir. “ Dicuci dengan air mengalir, biar bersih dan terbebas dari kuman.” Begitu katanya. Mencuci sayur dan buah dengan air mengalir akan mengurangi kotoran berupa debu dan kemungkinan adanya pestisida yang menempel bisa hilang terbawa air.

9. Cuci tangan sebelum makan

Sebelum makan, kami selalu mengusahakan untuk tidak lupa cuci tangan. Kuman – kuman yang menempel dari aktifitas sebelumnya, akan hilang terbawa air ketika cuci tangan, lebih baik lagi bila dengan sabun. Menurut para pakar kesehatan, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun akan mencegah dari penyakit diare.

10. Berdo’a sebelum makan dan minum serta duduk

Berdo’a sebelum makan dan minum merupakan salah satu perwujudan syukur kepada Allah SWT atas nikmat makanan dan minuman yang telah terhidangkan saat itu. Sehingga meski rasa makanan atau minumannya tidak enak atau kurang menarik, niscaya makan dan minum akan lebih bersemangat bila diawali dengan do’a. Selain itu, kami selalu menerapkan bahwa makan dan minum harus duduk. Selain memang karena norma, makan dan minum dengan duduk juga sangat bagus untuk kesehatan. Penelitian menunjukkan, minum air sambil duduk lebih baik karena air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah jika kita minum berdiri, air yang kita minum akan masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter, hal inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal, salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Begitu pula makan sambil berdiri. Makan sambil berdiri dapat menyebabkan terhalangnya jalan makanan ke usus secara mudah dan terkadang bisa menyebabkan rasa sakit yang mengganggu fungsi pencernaan. (Dikutip dari http://makassar.tribunnews.com)

11. Minum air minimal 8 gelas atau 2 liter sehari

Suami adalah orang yang sangat disiplin mengenai minum. Dia lah yang akan menanyakan berapa gelas air yang telah diminum hari ini. Dan bila ternyata masih kurang, maka ia yang akan langsung mengambilkan minum dan menunggui saya minum, hingga cukup dengan takaran minimal yang dibutuhkan. Awalnya memang harus dipaksa. Tapi lama kelamaan terasa sekali jika tubuh kurang minum, punggung dan pinggang akan terasa sakit. Namun, bila sudah cukup minum tubuh pun terasa segar.

12. Liburan, menyegarkan pikiran

2013-09-30-10-53-45_decoBerlibur ke Pantai Tampora, Situbondo, Jawa Timur

Setelah berhari-hari disibukkan dengan pekerjaan rumah atau kantor, kadang sesekali kami usahakan untuk berlibur dan berekreasi. Beruntungnya, tempat tinggal kami tidak berjarak jauh dari pantai. Sehingga bila tak menemukan pilihan lain, maka pantai menjadi salah satu pilihan favorit kami.

13. Tidak tidur larut malam kecuali ada kesibukan

Untuk yang satu ini kadang berat sekali untuk melaksanakannya. Pasalnya, malam adalah waktu yang paling tepat untuk sekedar berbincang-bincang. Namun, bila malamnya kami tidur terlalu larut, maka keesokan harinya bangun tidur terasa kurang segar. Karenanya bila tak ada kesibukan yang mendesak, kami usahakan jam tidur maksimal adalah pukul sepuluh malam. Sehingga bisa tidur dengan cukup dan kembali bangun dengan segar.

14. Berwudhu dan gosok gigi sebelum tidur

Saat malam, kuman pada gigi biasanya meningkat dua kali lipat dibandingkan pada siang hari, karena saat tidur dimana mulut tidak melakukan aktivitas seperti makan, minum atau ngobrol, air liur yang berfungsi sebagai antiseptik alami dalam mulut akan berkurang, sehingga kemampuan saliva yang berfungsi untuk menetralisir kuman-kuman dalam mulut juga berkurang. Begitu pula dengan berwudhu, masih menurut dr Egha Zainur Ramadhani, selain merupakan penerapan syariat, berwudhu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan. Mengingat sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan saraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Keutamaan wudhu yang lain adalah sangat efektif untuk mencegah masuknya bibit penyakit.

15. Mengakhiri hari dengan berdo’a

Mengakhiri hari dengan berdo’a adalah salah cara mensyukuri segala kebaikan yang terjadi pada diri kita pada hari itu, sehingga perasaan akan lebih tenang dan tidak terbebani.

16. Matikan lampu saat tidur

Mematikan lampu saat tidur akan membuat tubuh istirahat secara optimal. Selain itu, mematikan lampu saat tidur akan membuat tidur kita lebih nyenyak dan berkualitas.

Itulah beberapa kebiasaan sehat yang kami terapkan dalam keseharian di keluarga kami. Alhamdulillah, dengan membiasakan kebiasaan sehat tersebut, selama ini tidak ada masalah kesehatan yang begitu berarti di keluarga kami. Mari menjadi sehat dengan membiasakan hidup sehat. 🙂

online banner

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

Iklan

#4 The Kids

Yup Alhamdulillah empat pertemuan sudah dilewati bersama anak-anak…. 🙂
Pertemuan pertama kemaren diisi dengan perkenalan saja, pertemuan kedua membuat aplikasi motor sederhana, meski tak ada anak yang selesai membuat, so far lumayanlah, anak-anak setidaknya berusaha. Nanti bisa dicoba lagi di pertemuan yang lain.
Pertemuan ketiga membuat robot bug atau robot sikat. Alhamdulillaaah, anak-anak bisa semuanya, meski agak kewalahan juga membantu mereka satu persatu. Walau kelihatannya mudah sekali bila dikerjakan orang dewasa, ternyata bagi anak SD fourth grade tetap tak mudah ya. Fuhhh. Gak apa-apa, tetap semangat!!!! Bagaimanapun mereka tetap anak-anak, aren’t they?
Pertemuan keempat, hari ini tepatnya, kami buat kipas mainan dari VCD bekas. Walhasil, bahkan baling-balingnya pun belum selesai dibuat. ;(
Tapi emang mulainya tadi agak telat setengah jam si, soalnya ada agenda sekolahan sebelum masuk kelas.
Ternyata menjadi guru itu tak semudah yang dibayangkan ya. 🙂
Banyak tantangannya. Apalagi jaman sekarang. Kalo zaman dulu, ketika orang tua kita yang masih jadi siswa, anak-anaknya nurut-nurut semua. Mereka begitu (sepertinya) takjub dengan gurunya. Bahkan mungkin kalo gurunya memainkan mata saja, tep, langsung tersampaikan maksudnya dan anak-anaknya langsung mengerti. Meski zaman dulu memang kekerasan bisa dengan mudah ditemui di dunia pendidikan kita dan terbukti lumayan ampuh tapi nampaknya kalo diterapkan di zaman sekarang gak keren lagi ya. Para guru dituntut untuk kreatif dalam mendidik para murid. Ofcourse without violence.
Seperti hari ini dan hari yang lalu-lalu, agak sulit menguasai kelas anak-anak ini. Karena jiwanya masih anak-anak mungkin ya, jadi tak semudah menyampaikan kepada orang dewasa, yang bila kita bilang A, maka mereka langsung menerima dan mengerjakan A. Walaupun tak semua orang dewasa seperti itu si. Tapi anak-anak berbeda. Mereka punya dunia sendiri. Ketika kita meminta mereka melakukan A, tidak serta merta mereka langsung mengerjakan A.
Seperti hari ini. Tadi anak-anak diminta menggaris kepingan VCD menjadi dua bagian sama besar. What did they do then??
Ada yang  lari-lari mengejar temannya dulu, ada sih yang mengerjakan langsung, paling hanya satu dua orang. Sisanya?? Ada yang sibuk membuat mainan dari alat yang dia bawa dengan idenya sendiri, tadi ada anak yang membuat mainan silau-silauan dengan bantuan sinar matahari. Kreatif memang, tapi tidak pada tempatnya. 🙂
Sehingga anak lain yang sama sekali tak melakukan apapun, jadi tertarik ikutan melakukan hal sama. Menyilaukan mata teman-teman yang lain.
Sekali lagi, mereka memang masih anak-anak ya. 🙂
Kata si Abi:

Kalo anak-anak itu diem, berarti ada sesuatu sama anak itu. Normalnya anak-anak ya aktif.

Iya juga sih ya. Mau dilarang, keinget kata seorang trainer dulu pernah bilang:

Jangan melarang anak, melainkan beri mereka pilihan.

Secara teori si emang gitu kayaknya. Tapi kalo udah di kelas, beuhhh semua teori mendidik perlahan gugur semua. Makanya kenapa meski sudah menguasai teorinya, sudah paham ilmunya, tidak pernah ada orang yang bilang stop to learn! Karena there’s no STOP for learning. Gak ada  kata cukup untuk belajar. Makanya guru senior yang udah setara sama Mak-mak kita juga masih sempet-sempetnya ngikutin training. Mungkin itu salah satu alasannya ya.
Begitulah. Jadi guru itu memang tak semudah kelihatannya. Berbicara cuap-cuap seenaknya di depan, kemudian meminta melakukan sesuatu. Tak semudah itu ternyata. Ada misi mendidik yang mereka bawa melalui tiap tingkah laku mereka. Seharusnya begitu.
Melelahkan memang menghadapi anak-anak ketika di kelas. Tapi juga ngangenin kalo lagi gak di kelas. 😉
Tapi apapun, semoga ini bisa jadi jawaban dari sebuah hadis yang saya pernah baca:

(Intinya seperti ini, kalo kata-kata persisnya saya lupa), pada hari kiamat nanti para keturunan Adam akan ditanyai empat hal, dari mana hartanya didapat, kemana hartanya dikeluarkan, apa aja yang dia lakukan selama masa mudanya, dan digunakan untuk apa ilmunya.

Semoga.

Terima Kasih, Sayang

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

flower on the window

Sudahkah engkau berterima kasih kepada isterimu hari ini ?

Kalau belum, tengoklah sejenak perjalananmu dari semenjak bangun tidur hingga saat engkau baca tulisan ini. Ingatlah kembali kebaikan-kebaikan isterimu, baik yang engkau anggap sebagai kebaikan maupun yang engkau anggap sewajarnya ada. Ingatlah sejenak, betapa hampir-hampir tidak ada satu hari pun yang kita lewati kecuali di sana ada kebaikan-kebaikan isteri yang tak cukup kita balas hanya dengan ucapan terima kasih.

Kalau masih saja engkau tak menemukan apa yang dapat membuatmu berterima kasih kepada isteri, tangisilah! Boleh jadi kerasnya hati (atau jangan-jangan hatimu sudah mati?) yang menyebabkan engkau tak sanggup menangkap kebaikan-kebaikannya. Padahal, sejudes apa pun isterimu –barangkali—pasti ada padanya kebaikan. Jika tidak, lalu apa yang menyebabkanmu memilihnya?

Lihat pos aslinya 1.088 kata lagi

I Believe

Aku percaya,
bahwa menunggu tak selalu berarti ketidakberdayaan,
karena ada harapan disana, meski terkadang hanya untuk menguatkan diri bahwa ia baik saja.
Aku percaya,
mereka berkata karena mereka cinta,
meski kadang tersirat kecewa dalam tiap tanya,
Aku percaya,
Dia lah Yang jelas Paling Mengetahui semua perkara ini.
baikkah, burukkah, cepatkah, terlambatkah, semua pasti ada hikmahnya.
Aku percaya,
masa ini adalah masa menata,
menata hati agar semakin mencintaNya,
menata diri agar makin mengenalNya,
hingga nanti bila masa itu tiba, tak kan pernah ada sesal atau kecewa, yang tinggal hanya bahagia..
Ya, aku percaya dalam tiap do’a Dia mendengar dan Meng-Iya semuanya,
perkara ini hanya perkara waktu,
Semakin besar kau mencemaskannya, maka semakin lama waktu itu menghampirimu, meski kau tak kan pernah bisa menyembunyikannya,
Duhai Engkau Yang Maha Menghidupkan, izinkan diri ini melihat mata mungilnya yang indah atau mendengar panggilan sayang darinya,
Aamiin…

Paiton, 18 September 2013
Dalam sebuah penantian indah 🙂

Naluri Ibu (Rumah Tangga)

Setelah tiga minggu sudah tak main ke TK, akhirnya selasa kemaren maen lagi ke TK.
Kebetulan guru playgroupnya lagi cuti melahirkan, jadilah secara tidak sengaja aku jadi guru playgroup dadakan hari itu. 🙂
Senang? Ya. Sangat. 🙂
Hari itu kegiatannya membuat rumah-rumahan dari sendok es krim pake lem fox trus menggambar lingkungan rumah masih pake lem fox yang dikasih pewarna makanan.
Eit, tapi kali ini aku ‘gak sendirian kok, bisa mati kutu nanti kalo tiba2 langsung diminta ngadepin anak2 KB sendirian. 😉
Ditemani guru lain satu lagi.
Harus hati2 sekali mendidik anak2 usia TK seperti mereka, bila sampai salah mengarahkan, bisa jadi mengakar sampe tua.
Meski hal yg sifatnya sederhana seperti cuci tangan sekalipun. Percayalah.
Jadi pertama-tama anak2 dikasih contoh dulu bagaimana cara membuat rumah2an dengan stik es krimnya.
Dan semuanya berjalan menyenangkan meski ada satu dua anak yang tak mau mengerjakan sesuai instruksi Bu gurunya tadi. Ada anak yang maunya ngebentuk sendok eskrimnya jadi seperti mainannya di rumah, ada anak yang tak mau membuat pagar, ada anak yg rumahnya gak mau yang kecil, sampe tinggiiii sekali, ada anak yang dengan manisnya membentuk sesuai dengan yang dicontohkan gurunya tadi, ada anak yang lamaaaa sekali ketika hendak menaruh sendok eskrimnya di kertas. Namanya juga anak-anak ya. Bisa jadi itulah bentuk kreatifitas mereka.
Sebenarnya bukan anaknya yang mau diceritakan disini. Hanya pengantarnya saja… 😉
Setelah anak-anak pulang, biasanya para guru ngobrol-ngobrol dulu sambil menyelesaikan pekerjaannya, entah itu buku penghubung, dll.
Di sela obrolan siang para guru itu, ada satu yang menarik perhatianku.
Seorang Ibu dua anak curhat tentang betapa kemarin sepertinya ia menyesal karena tak mengajarkan anaknya membuat PR MTK karena ia kelelahan pulang dari tempat kerja dan akhirnya nilainya kecil. Tidak sesuai standar.
Jadi ceritanya di TK ada sedikit kesibukan sehingga para guru harus pulang sore hari itu. Karena kelelahan, akhirnya tak punya waktu lagi untuk sekedar bercengkrama dengan anak. Akhirnya PRnya tidak dikerjakan dengan optimal.

Oh, lihatlah betapa sesungguhnya setiap wanita itu fitrahnya adalah di rumah. Mengurus keluarga.
Hingga mestinya tiap wanita memiliki naluri untuk menjadi Ibu (rumah tangga) yang baik. #Tapi bukan berarti juga melupakan perannya sebagai insan sosial ya. Semua ada takarannya.
Dan naluri Ibu inilah yang kemudian mungkin menbuat seorang dokter seperti Bu Ainun berhenti dari profesinya untuk kemudian mengurus anak-anaknya.
Karena bagaimanapun anak dan keluarga adalah amanah yang bisa jadi karenanya lah nanti disana kita kan tersenyum lega atau menangis sesal. 🙂