Hakikat Memberi

6804bad5d60dc3b269521ff1d96e903cSumber gambar disini

            Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita shalihah telah menarik perhatiannya. Tapi bagaimanapun, Madinah bukanlah tempat ia tumbuh dewasa. Ia berpikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi urusan pelik bagi seorang pendatang seperti Salman. Maka, disampaikanlah gejolak hati itu kepada sahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’. “Subhanalloh, Walhamdulillah..” senang hati Abu Darda’ mendengarnya.

Setelah persiapan, beriringanlah kedua sahabat itu menuju rumah wanita sholihah yang dimaksud. “Saya Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam. Ia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Salman memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”Dibalaslah oleh orangtua wanita shalihah tersebut, “Adalah kehormatan bagi kami menerima Anda sahabat Rasulullah yang mulia. Dan suatu penghargaan bagi kami bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.

”Abu Darda’ dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya. “Maafkan kami atas keterusterangan ini. Dengan mengharap Ridho Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Keterusterangan yang di luar prediksi. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Ironis sekaligus indah. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar apa yang dikatakan Salman: “ Allahu Akbar! Semua mahar yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’ dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” (disadur dari Buku “Jalan Cinta Para Pejuang” karya Salim A. Fillah)

Sepenggal kisah di atas adalah kisah Salman Al Farisi dan Abu Darda’ seorang sahabat dari Anshor dalam mencari cinta untuk dijadikan pasangan hidup. Menurut saya, bukan hanya tentang cinta dan persahabatan yang disampaikan dalam kisah di atas, melainkan juga tentang hakikat memberi yang sesungguhnya, keikhlasan. Ketika seseorang merelakan apa yang disukainya untuk menjadi milik orang lain, bahkan menambahnya pula dengan sesuatu baik yang lain, disitulah makna keikhlasan sebenarnya berada. Meskipun memang, memberi sangat erat kaitannya dengan cinta dan persahabatan. Kita akan memberi lebih banyak  dan dengan senang hati bila ternyata sesuatu yang akan kita beri ditujukan pada sahabat kita apalagi kepada orang yang kita cintai.

Betapa Allah memuliakan Rasulullah, bahkan hingga orang-orang yang hidup di dekatnya pun akan mencerminkan kepribadiannya yang mulia. Sikap kemurahan hati seorang Salman Alfarisi dalam memberi, bisa jadi merupakan salah satu efek dicontohkannya langsung sifat memberi tersebut oleh Rasulullah, manusia terbaik sepanjang zaman. Para sahabat yang begitu mencintai Rasulullah tentu akan banyak mencontoh keteladanan Sang Nabi Sallallahu ‘alaihi Wasalam dalam hal memberi. Bisa kita lihat ketika Rasulullah memberi makan seorang pengemis buta Yahudi. Meski pengemis buta tersebut sangat membenci dan selalu menghina Rasulullah, tapi balasan yang diberikan Rasulullah adalah kelembutan yang  tiada tara, diberikanlah kepada pengemis yang telah tua renta itu makanan yang lembut serta disuapi kepada pengemis itu dengan hati-hati, padahal pengemis tua yang tak tahu siapa yang memberinya makan tersebut tak pernah berhenti mencacinya. Maka ketika Abu Bakar memberi makan pengemis tersebut dengan cara yang berbeda, segera tahulah ia bahwa itu bukanlah dari tangan orang yang biasa memberinya makan, sang Rasulullah yang selalu dihinanya.

Begitulah seharusnya seorang muslim dalam memberi, ikhlas dalam pemberian, tanpa mengharap kembali bahkan tanpa melihat kepada siapa sesuatu itu akan diberi-untuk yang satu ini tentunya bila yang diberi tidak berkaitan dengan peribadatan-, serta memberi dengan apa yang terbaik dari yang ia punya bukan malah dengan sesuatu yang tidak disukai. Karena memberi sejatinya merupakan salah satu wujud syukur kepada Sang Maha Pemberi yang telah merahmati kita dengan semua pemberian terbaik yang pernah ada.  Maka ketika kita sudah dilimpahi dengan pemberian terbaik yang pernah ada, betapa pelitnya kita bila tidak mau membagi pemberiannya tersebut walau sedikit.

Berbeda sekali dengan yang jamak terjadi di dunia perpolitikan negeri ini, ketika seseorang memberi hadiah sesuatu berharga kepada seorang pejabat, maka itu berarti ada ”maksud” terselubung dalam makna pemberiannya yang nantinya akan berkaitan dengan kebijakan yang diambil pejabat tersebut. Meski yang memberi hadiah tersebut kemudian menjelaskan bahwa tak ada maksud apa-apa dari pemberian tersebut. Lain lagi halnya dengan staf pemerintahan kita. Anda akan sangat lama dalam mengurus pembuatan sebuah KTP yang konon katanya hanya berharga sepuluh ribu rupiah untuk pengurusannya, bila Anda tak memberi uang pelicin yang bila ditotal bisa mencapai sepuluh kali lipat dari biaya asli kepada si pengurus.

Dua fenomena di atas memang tak selalu terjadi seperti itu, masih ada mereka yang memang memberi dengan ketulusannya, tapi terkadang mereka hanya seperti oase di padang pasir, jarang sekali terjadi. Maka tak heran bila di negeri yang katanya mayoritas muslim dan makmur karena hasil alamnya yang melimpah ini sering dilanda kesulitan yang sangat menyesakkan hati seperti bencana alam, kemiskinan, kelaparan dan lainnya. Karena mungkin Sang Maha Memberi sedang menegur kita yang sepertinya sudah sangat lupa bagaimana itu hakikat memberi dengan sedikit-demi sedikit mengambil pemberian yang pernah Dia berikan. Semoga penyakit lupa massal yang sedang kita derita bersama ini bisa segera sembuh dan pulih, sehingga semoga dengan begitu kita bisa kembali merasakan pemberian yang dulu pernah Ia berikan kepada kita.

NB: Tulisan ini dimuat untuk memenuhi salah satu persyaratan waktu mau melamar sebagai salah satu penulis keislaman di salah satu penerbit, sayangnya ketika mengirimkan email, ternyata waktunya sudah lewat dan alamat email yang dituju ternyata diatur berdasarkan waktu yang diberikan. Yah, setidaknya kita sudah mencoba, ya kan? Semangat!! 🙂

Naluri Ibu (Rumah Tangga)

Setelah tiga minggu sudah tak main ke TK, akhirnya selasa kemaren maen lagi ke TK.
Kebetulan guru playgroupnya lagi cuti melahirkan, jadilah secara tidak sengaja aku jadi guru playgroup dadakan hari itu. 🙂
Senang? Ya. Sangat. 🙂
Hari itu kegiatannya membuat rumah-rumahan dari sendok es krim pake lem fox trus menggambar lingkungan rumah masih pake lem fox yang dikasih pewarna makanan.
Eit, tapi kali ini aku ‘gak sendirian kok, bisa mati kutu nanti kalo tiba2 langsung diminta ngadepin anak2 KB sendirian. 😉
Ditemani guru lain satu lagi.
Harus hati2 sekali mendidik anak2 usia TK seperti mereka, bila sampai salah mengarahkan, bisa jadi mengakar sampe tua.
Meski hal yg sifatnya sederhana seperti cuci tangan sekalipun. Percayalah.
Jadi pertama-tama anak2 dikasih contoh dulu bagaimana cara membuat rumah2an dengan stik es krimnya.
Dan semuanya berjalan menyenangkan meski ada satu dua anak yang tak mau mengerjakan sesuai instruksi Bu gurunya tadi. Ada anak yang maunya ngebentuk sendok eskrimnya jadi seperti mainannya di rumah, ada anak yang tak mau membuat pagar, ada anak yg rumahnya gak mau yang kecil, sampe tinggiiii sekali, ada anak yang dengan manisnya membentuk sesuai dengan yang dicontohkan gurunya tadi, ada anak yang lamaaaa sekali ketika hendak menaruh sendok eskrimnya di kertas. Namanya juga anak-anak ya. Bisa jadi itulah bentuk kreatifitas mereka.
Sebenarnya bukan anaknya yang mau diceritakan disini. Hanya pengantarnya saja… 😉
Setelah anak-anak pulang, biasanya para guru ngobrol-ngobrol dulu sambil menyelesaikan pekerjaannya, entah itu buku penghubung, dll.
Di sela obrolan siang para guru itu, ada satu yang menarik perhatianku.
Seorang Ibu dua anak curhat tentang betapa kemarin sepertinya ia menyesal karena tak mengajarkan anaknya membuat PR MTK karena ia kelelahan pulang dari tempat kerja dan akhirnya nilainya kecil. Tidak sesuai standar.
Jadi ceritanya di TK ada sedikit kesibukan sehingga para guru harus pulang sore hari itu. Karena kelelahan, akhirnya tak punya waktu lagi untuk sekedar bercengkrama dengan anak. Akhirnya PRnya tidak dikerjakan dengan optimal.

Oh, lihatlah betapa sesungguhnya setiap wanita itu fitrahnya adalah di rumah. Mengurus keluarga.
Hingga mestinya tiap wanita memiliki naluri untuk menjadi Ibu (rumah tangga) yang baik. #Tapi bukan berarti juga melupakan perannya sebagai insan sosial ya. Semua ada takarannya.
Dan naluri Ibu inilah yang kemudian mungkin menbuat seorang dokter seperti Bu Ainun berhenti dari profesinya untuk kemudian mengurus anak-anaknya.
Karena bagaimanapun anak dan keluarga adalah amanah yang bisa jadi karenanya lah nanti disana kita kan tersenyum lega atau menangis sesal. 🙂

Bijak Berjejaring Sosial Sebagai Langkah Awal Penyelamatan Diri

Munculnya jejaring sosial yang begitu beragam saat ini menuntut kesadaran tinggi dari para penggunanya. Pasalnya, selain memang memberikan dampak positif, jejaring sosial tampaknya akan lebih banyak memberikan dampak negatif bagi pengguna bila tidak bisa menggunakannya dengan bijak. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus kejahatan yang terjadi bermula dari jejaring sosial.

Dengan berbagai kemudahan yang diberikan serta banyaknya jumlah pengguna hingga mencapai 1 milyar orang, memungkinkan facebook menjadi salah satu jejaring sosial yang bisa dengan mudah disalahgunakan oleh penggunanya. Salah satunya seperti kasus perkosaan yang menimpa seorang siswi SMP di Depok, Jawa Barat, Oktober 2012 lalu, yang diculik dan diperkosa oleh teman yang baru ia kenal dari facebook.

Mudahnya para pengguna jejaring sosial untuk membagi kehidupan pribadinya kepada khalayak luas melalui akun jejaring sosialnya, menjadi salah satu penyebab mudahnya para pelaku perkosaan menandai sasarannya. Tidak saja mengeluhkan masalah yang sedang terjadi, namun menceritakan segala sesuatu yang terjadi di kehidupan nyata, baik cerita bahagia, sedih, posisi keberadaan, alamat hingga menampilkan foto diri terkini dengan pose yang ‘menantang’ ke dalam dunia maya juga dapat memancing kejahatan melalui jejaring sosial.

Tidak hanya perkosaan, kasus kejahatan lain yang terjadi melalui jejaring sosial juga telah banyak terjadi, misalnya penipuan barang jualan melalui online shop yang dipasarkan di facebook, seperti yang terjadi pada Hartini, warga Tanjung Pinang yang mengalami kerugian sebesar 5,2 juta rupiah saat ditipu oleh salah satu akun penjualan BB palsu di facebook akhir Januari 2011 yang lalu. Penipuan juga dilakukan oleh online shop palsu penjualan senjata terhadap aparat kepolisian di Jakarta, awal februari lalu. Selain di dalam negeri, kasus penipuan online shop di facebook ini juga telah terjadi di luar negeri. Adalah Gary Sim Kaifeng warga Singapura yang telah memperoleh 21.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 163 juta setelah memperdayai korbannya sebanyak 53 orang melalui akun facebook nya Lovely Paradise dan Redsnow Closet, dengan berpura-pura menjual kamera dan aksesorisnya.

Mudahnya akses ke jejaring sosial dan tidak adanya filter perilaku pada jejaring sosial menjadi salah satu penyebab mudahnya penyalahgunaan penggunaan jejaring sosial dilakukan. Karena sesungguhnya, jejaring sosial juga bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi para penggunanya, bila digunakan dengan baik. Misalnya, para pengguna jejaring sosial bisa dengan mudah memasarkan produk dagangannya melalui jejaring sosial, mengetahui informasi terkini, atau menyebarkan informasi kepada para pengguna lain dengan cepat. Bahkan bisa menjadi sarana belajar bagi penulis pemula melalui status-status yang ia buat atau dengan mengikuti komunitas menulis atau komunitas lainnya di jejaring sosial yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan berkeluh kesah di jejaring sosial yang pada akhirnya malah akan membahayakan diri.

Untuk itu, dibutuhkan perilaku-perilaku bijak saat sedang ‘berseluncur’ di jejaring sosial, karena sebaik apapun sesuatu hal, bila salah dalam memanfaatkannya, niscaya akan menghasilkan sesuatu yang buruk. Berikut beberapa tips bijak berjejaring sosial yang telah dirangkum penulis:

 

  1. Pastikan bahwa informasi-informasi pribadi seperti nomor hp, alamat kantor, alamat rumah, alamat kontrakan, serta informasi pribadi lainnya hanya diketahui oleh teman yang memang merupakan orang-orang yang kita kenal dan kita  tahu di dunia nyata atau di dunia maya, karena informasi yang mudah diakses oleh banyak orang akan mempermudah calon pelaku kejahatan menandai mangsanya.
  2. Setting akun jejaring sosial hanya untuk teman dan bukan publik, sehingga mereka yang belum menjadi teman tidak bisa mengakses info apapun.
  3. Jangan asal menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal atau orang yang mencurigakan dari foto profilnya.
  4. Foto profil pengguna jejaring sosial bisa dengan mudah diganti atau diambil dari situs manapun di internet, karenanya jangan gampang tergoda dengan paras cantik atau tampan pada jejaring sosial, karena bisa jadi itu merupakan trik pelaku kejahatan menggaet korbannya.
  5. Jangan asal memberikan informasi kepada orang yang tak dikenal atau bercurhat ria kepada siapa saja. Pelaku kejahatan punya banyak cara untuk menundukkan korbannya, termasuk menjadi pendengar yang manis.
  6. Jangan cepat tergiur dengan tawaran harga miring di berbagai online shop di facebook. Pastikan toko tersebut nyata dan memang menjual barang yang dipasarkan.
  7. Bila memang memutuskan hendak berbelanja di online shop pada jejaring sosial, pastikan Anda bukanlah satu-satunya pembeli yang pernah berbelanja di toko tersebut. Bila perlu, cari tahu testimoni para pembeli yang pernah berbelanja di online shop tersebut.

            Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tangan kita semua. Tentu kita tak pernah lupa bahwa pepatah bijak sering mengatakan “Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati”.(Julia)

MLBK (Mimpi Lama Bersemi Kembali)

Assalamu’alaikum Warohmatulloh wabarokatuh ,
Hai sahabat Julia semuanya,

Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindunganNya dan senantiasa meniti jalan yang diridhoiNya dan tercatat sebagai salah satu penghuni FirdausNya,Aamiiin…

Ada yang bilang, salah satu cara agar mimpimu cepat tercapai adalah memantaskan dirimu untuk bisa meraih mimpi itu. Mario Teguh bilang dalam salah satu motivation shownya, banyak orang  yang sering menerapkan do more tepi lupa dengan do better.

Yah, inilah salah satu caraku ‘memantaskan diri itu.

Aku pengeen banget  jadi penulis. Aku pengen menghasilkan karya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Dalam satu hadis dituliskan,

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Tentang pernyataan beberapa penulis favoritku yang mengatakan “ menulis itu merupakan pekerjaan yang baik untuk wanita. Mereka tetap bisa berkembang tanpa harus melalaikan kodrat mereka sebagai wanita. ”

Ya, karena menulis bisa dilakukan kapan dan dimanapun.  Every where and every time lah bahasa bule’ nya.

Dan mau tahu kenapa tulisan ini aku bilang caraku ‘memantaskan diri’ ku?

Meskipun berkeinginan untuk jadi penulis, aku bahkan belum punya satu cerita pun yang selesai aku tulis dan tersave di ladju (panggilan untuk laptop ku) (ada c pas SMA, tapi ceritanya jadoel banget..^^v). Guru bahasa SMP ku dulu pernah bilang, cara terbaik untuk melatih agar kita bisa menulis adalah dengan sering-sering menulis buku harian and this is it!

Aku mau belajar nulis diary dan aktif lagi di blogku ini. Biar terbiasa menulis dan dengan mudah bisa menghasilkan karya yang baru,Aamiin…

Ok d Sahabat Julia (panggilan untuk fansnya Julia (just kidding, tapi beneran juga gak apa2..:p)) dengan bahagia akhirnya saya beranikan diri mempublish ini untuk umum, berbahagialah bagi kamu yang beruntung menjadi orang pertama yang tahu dan yang melihat atau bahkan mendownload cover  buku amatiran ini GRATISSS!!! ^^v

Karena bisa jadi nantinya buku ini harganya berlipat2 dari harga2 buku mega best seller  yang sejenis, inilah dia…..

Param papam papam….

 Image

 

*Pssst, gambar di atas masih fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama dan tempat, hanya upaya belagu dari seorang dreamer, semoga tidak ada yang merasa dirugikan dari diterbitkannya gambar ini, karena ini murni angan2 belaka plus mohon doanya yak… biar bener2 terkabul…^^

Maaf ya Mba’ OSD, Mba’ Asma Nadia + Lingkar Pena Publishing house, saya pinjam namanya murni hanya untuk memotivasi penulis, Makasih..^^

 

…Aku tahu,aku yakin, dan aku percaya…

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Aku tahu, waktu itu akan tiba nantinya,
saat-saat dimana aku bisa sedikit membuat Ayah dan Mamak tersenyum karena melihat anaknya yang cantik dengan mengenakan kebaya coklat dan jilbab cokelat serta baju toganya di saat wisuda itu.
saat aku maju dengan mantapnya ketika nama dan tanggal lahirku dibacakan dan IPK ku dibacakan,
Julia, Kerantai 30 Juli 1990 “Dengan Pujian”
Aamiin..

Aku tahu, saat itu akan tiba nantinya, ketika nanti aku bersanding dengan Imam sholeh pilihanNya dengan senyum kebahagiaan yang juga diikuti oleh Ayah dan Mamak serta Bapak dan Ibu dan Imam ku nantinya.
Aamiin..

Aku tahu, waktu itu akan tiba nantinya, bahwa aku akan menjadi seorang penulis yang bukunya diterbitkan pada tanggal 7 Januari 2013 nanti kemudian selang beberapa bulan setelahnya aku akan dapat penghargaan the most inspirated writer dari salah satu penerbit terbesar di Indonesia, kemudian dengan mantapnya aku berkata “Salah satu alasan besar saya ingin menulis adalah saya ingin tetap berkontribusi dan berkarya untuk diri saya, daerah, dan negara saya. saya ingin membuktikan kepada orang-orang yang mengkhawatirkan keadaan saya ketika saya memutuskan untuk menikah lebih cepat dari wanita-wanita pada umumnya, bahwa saya masih bisa berkontribusi untuk negara dan kaum saya walaupun saya hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga biasa…:)

Aku tahu, akan tiba saatnya dimana aku akan meresmikan pabrik telur asinku dengan dihadiri seorang pengusaha ternama di Indonesia dan aku akan membukanya dengan kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim, mari sehatkan Indonesia dengan telur asin.

Aku tahu, akan tiba saatnya dimana aku akan mengantarkan Ayah dan Mamak untuk bisa menunaikan ibadah haji sambil menciumi mereka aku akan berkata “Hati-hati Mak,Ayah, semoga jadi haji yang mabrur,Aamiin..

Aku tahu semua akan terjadi, dan sekarang adalah saat-saat aku merangkai semua itu untuk segera terealisasikan,Aamiin….

My Dream, hope it can be true…

whoaammmm…

Abis nonton film tentang cinta yang pemeran utamanya Sheila M…. sama Junot..
# heran, ni orang masih sempet nonton film, perasaan katanya mau selese akhir Juni tapi malah nyante2 ( via ngomen ndiri, nulis ndiri)..:)

Inspirated by kalimat “Pahami dirimu sendiri sebelum memahami orang lain”..

minggu ini minggu2 datar, sepertinya c begitu,,
Alhamdulillah, setidaknya masih ada hal-hal kecil yang bisa saya lakukan melawan futur ini,

kan katanya kalo pas ngerasa lagi futur, minimal jangan tinggalkan yang wajib #tapi, jangan benarkan kemalasan atas nama futur ye..

tuh kan, jadi nulis yang kagak jelas…*sok2 betawi dikit:p

Zep…

Balik ke niat awal knp pengen nulis, sebelum tidur dan mengakhiri hari ini, mau bikin future plan, tentang bagaimana aku 5,10, atau bahkan 15 tahun ke depan,

oke, catet:
Bismillahirrahmaanirrahim,#Semoga dengan memulai tulisan tentang mimpi ini akan lebih mudah dicapai,Aamiin^^

Ya Allah, sebelum hamba tidur dengan kemungkinan tidak akan kembali lagi, atau mungkin bisa jadi ini postingan yang terakhir, hamba ingin menuliskan beberapa keinginan hamba Ya Allah, at least there’s something that I wanna do sebelum dan sebelum…

Ya Allah, jika hal yang hamba ingin lakukan ini adalah hal yang terbaik untukku, dunia-akhiratku, Ayah dan Mamak, keluargaku, serta keturunanku,maka mudahkan hamba untuk melakukannya Ya Allah,

Namun jika ternyata apa yang hamba ingin lakukan ini bukanlah hal yang terbaik untukku, dunia-akhiratku, Ayah dan Mamak, keluargaku, serta keturunanku,maka jangan bukakan jalannya sedikit pun ya Allah, dan tutup semua celah yang memungkinkan hamba untuk melakukannya,
Aamiin…

What I’m going todo:

1. Selesai TA 30 Juni 2012, semuanya selesai, alat2nya, makalahnya,semuanya pokoknya,Aamiin^^
2. IP semester 6=3,65, Aamiin..
3. Lulus dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung dan diwisuda tanggal 13 Oktober 2012, pake kebaya coklat,jilbab cokelat dengan predikat kelulusan cum laude(dengan pujian), dengan IPK 3,57,Aamiin
4. Menyempurnakan separuh agama dengan Imam yang sholeh, bisa dan mau membimbingku menuju jalan yang kau Ridhoi,baik, jujur, penuh kasih sayang,humorous,dan setia di bulan bahasa di tahun yang diawali dan diakhiri dengan angka tanda damai ala anak2 jaman sekarang yang ditengah-tengahnya ada nomor urut pelari pertama,Aamiin
5. Tahun 2012 ini bisa hapal juz 30 dengan arti suratnya,Aamiin…
6. Membayar semua hutang dan berusaha sekeras mungkin untuk gak berhutang kecuali seterdesak mungkin,#karena pernah baca salah satu cerita, Rasulullah gak mau nyolatin orang yang punya utang, (takutnya nanti lupa,jadi mending gak usah sekalian)Aamiin…
7. Pengen de, sekali aja seumur hidup, mendapat predikat 3 besar dalam lomba tingkat nasional,Aamiin…
8. Tahun 2012 ini musti punya buku2:1. Sirah Nabawiyah, Kumpulan hadist2 shohih Bukhori,3.Fikih wanita#itu dulu,Aamiin…
9. Sebelum 30 Juni 2012 harus hapal doa Robithoh,Aamiin..
10. Kafe C-Tin buka pertengahan Juni, tanggal 11 Juni, dengan omset Rp 5.000.000 per hari,Aamiin..
11.Pengen mengurangi buat dosa2 kecil seminim mungkin,Aamiin
12. Tahun 2014 Ayah sama Mak bisa naik haji, dan aq bisa bantu finansialnya,
13. Memperbesar toko Amrih,minimal kayak toko Afat sehingga Mamak atau Ayah gak usah jaga lagi, nanti banyak karyawannya,Aamiin
14. Ngajakkin ayah,mamak,Hapid, yu’ Put maen ke Keraksaan,Aamiin,,
15. tahun 2017 nerbitin buku inspirasi untuk para wanita, dengan jumlah halaman 107 halaman, cover bukunya biru, trus keliatan aku yang lagi duduk dari belakang, dengan posting dari Mba’ Asma Nadia, Oki Sentiana Dewi,
16. Punya 100 bebek petelur yang tiap hari betelur 100 butir telur tahun 2013,Aamiin…
17.Trus punya pabrik telur asin di Probolinggo, dengan jumlah karyawan 1000 orang dan omset pabrik Rp 100.000.000 per hari,Aamiin,,,

Aamiin Yaa Allah…^^

whoaaaammmm

mari menunaikan hak tubuh^^