Mantapnya Bakso Tek Woleh, Nek Nggak Entek, Digowo Muleh

image
Warung bakso tek woleh

Apakah Anda penggemar berat bakso? Jangan ngaku iya sebelum incip-incip bakso spektakuler yang satu ini. Gimana nggak spektakuler, besarnya aja satu mangkok! Woow, nulisnya aja udah bikin kenyang , haha lebay.
Warung bakso Pak Imam ini terletak di desa Jati Banteng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.
Jadi, sepulang dari pantai Pasir Putih, perut mulai keroncongan. Eh, ternyata mas suami punya referensi tempat bakso yang enak, langsung deh kita cuss ke warung bakso Pak Imam ini.

image
Ini nih bakso Tek Woleh itu, guede sekali kan?

Dengan mengusung tagline Tek Woleh, nek nggak entek digowo muleh, atau artinya kalau tak habis dibawa pulang, bakso tek woleh ini emang sukses membuat kami melakukan apa yang tertulis dalam taglinenya. Gimana enggak, karena awalnya kami sampai kesasar untuk menuju warung bakso ini, -karena dengan pedenya kami tidak bertanya ke penduduk setempat, padahal belum tahu tempatnya 🙈- maka ketika sampai di warung bakso kami dalam kondisi kelaparan, kemudian dengan mantap kami pun memesan bakso dengan pentol yang paling besar ini 2 porsi. 😁
Fyuuh, akhirnya kami menyerah, ternyata menghabiskan satu porsi berdua saja butuh tenaga ekstra. Haha.
Jangan khawatir, bila merasa tak mampu makan seporsi besar, kita masih bisa mencicipi porsi kecil seharga 6 ribu per mangkok, atau porsi sedang seharga 12.000. Nah kalau untuk porsi jumbo ini, cukup 25.000 saja. Sambil makan bakso kita bisa nyeruput es jeruk seharga 2500 saja, murah kan? 🙂
Seperti warung yang berada di desa umumnya, warung ini terlihat sederhana dengan fasilitas seadanya.

image
Suasana di warung bakso

Cukup dengan menempuh perjalanan sepanjang kira-kira 5 km dari jalan raya, kita akan segera menemui warug bakso yang awalnya dikenal sebagai warung bakso kepala bayi ini. Mungkin karena besar pentolnya yang seukuran kepala bayi pada umumnya. Hii, serem ya namanya :D.
Meskipun berada di desa, jangan dikira akses jalan menuju warung rusak dan jelek ya, karena sepanjang perjalanan, jalanan sudah diaspal bagus plus  kita akan disuguhi suasana persawahan yang menenangkan.
Nah, ketika sudah sampai di warung bakso yang berada persis di sebelah masjid ini, lelah karena perjalanan jauh yang ditempuh pun akan hilang seketika terukar dengan kemantapan bakso tek woleh ini. Selain pentolnya yang super besar, di dalam bakso ini juga ditaburi potongan daging kecil-kecil yang semakin menggugah selera makan kita.

image
Kelihatan nggak potongan daging uratnya?
image
Bapak yang baju biru ini yang punya warung bakso tek woleh

Jadi, udah pada ngiler belum ya? Kalo sudah, mending langsung cuss yuk ke warung baksonya langsung. 🙂

Warung bakso Tek Woleh
Alamat: Desa Jati Banteng, Kec. Besuki, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur.
Google Maps: https://goo.gl/maps/Pik4x53UwGU2

My cool in aire adventure:#1 in Java Island:Cingur edition

Taraaa…

Saya kembali sahabat semua..^^v

kali ini dengan cerita yang berbeda.

setelah hampir semalaman dan hampir seharian ngetik cerpen untuk lomba, tiba2 saya tergerak ingin menuliskan pengalaman singkat saya tentang cool in aire (bahasa alay yang saya kutip dari Abi…:)v)

saya kembali lagi ke pulau ini (baca Jawa) sejak tanggal 13 November 2012 lalu tepatnya pukul 12:30 AM, wow udah hampir 2 bulan saya disini..:)

yuk liat cool in aire apa saja yang udah saya cicip disini…

check it out!!

1. Rujak cingur

saya gak terlalu ingat urutan makanan yang pernah saya coba, ayo sejenak meninggalkan keberaturan..:)v

udah pernah makan atau liet jenis cool in aire yang bernama rujak cingur?

yup.. inilah gambarnya:

Image

sumber gambar:http://id.wikipedia.org/wiki/Rujak_cingur.

Rujak cingur, seperti dari namanya, cingur itu menurut bahasa Jawa berarti mulut, ya, didalam rujak cingur ini ada mulut atau monyong sapi yang direbus sahabat.

selain cingur, rujak ini juga ditemani aneka sayuran seperti timun,kecambah, kangkung, dan adalagi sejenis sayuran yang mirip timun tapi masih mantepan timun rasanya, katanya Mbak google c timun jawa. selain sayuran yang saya sebutkan tadi(saya tidak ingat dengan pasti apa saja sayurannya..:)v) rujak ini juga ditemani dengan tempe dan lontong dan satu lagi, bumbu khas Jawa Timur (kayaknya, soalnya aku asal nebak) petis,ya, adanya petis membuat warna rujak ini agak kehitaman.

rasanya gimana?

pertama kali saya ke daerah ini (baca:Jawa Timur) mesti selalu ada yang nanyain, udah pernah makan rujak cingur belum?

dan anda tidak akan pernah berhenti ditanyakan sebelum anda benar2 mencobanya, percayalah…^^

eit, jadi ngelantur nih, rujak yang katanya berasal dari Surabaya ini (sumber:wikipedia.org) memiliki rasa mirip2 dengan rujak kebanyakan, bumbu kacangnya yang mendominasi, dihiasi dengan paduan sayuran, membuat makanan ini dapet nilai:

Imagekalau makanan ini pake cingur, coz seem that I don’t like cingurnya sapi,

tapi kalo gak pake cingur dan petisnya agak dikit, saya kasih nilai…..

cing:

Image

saya kasih nilai 3 dari total nilai 7 dan predikat mendekati lumayan. hahai, maafkan saya para penggemar rujak cingur, kadang kita memang harus berbeda untuk tau apa itu persamaan…:)v
mungkin karena lidah saya yang kurang jeli dengan makanan2 enak atau kata Abi sugesti saya terlalu kuaaat merasuk ke sanubari saya, sehingga bila ada sesuatu asing yang akan masuk kedalam terowongan merah ini (baca:mulut) saya selalu mewanti2 penjaga jinak(lidah red) untuk mempersilahkan mereka masuk.haha,

saya rasa cukup, dari seorang Bangkanese like me,^^v
*Psst, mentang2 saya mostingin makanan Jawa bukan berarti saya melupakan makanan Bangka lo ya, I still love them much, but Java n Bangka had their own special space, here, ini my guava red side..:)