Peggy Melati Sukma Bicara Hijrah di Majelis Inspirasi Probolinggo

image
Majelis inspirasi di Paiton.

Sepertinya sebutan wanita sebagai seorang yang hanya menguasai sumur, dapur, dan kasur perlahan-lahan mulai tergerus. Ini dibuktikan oleh Ibu-ibu majelis ta’lim Ash-sholihah Paiton yang juga bisa dengan sukses mengadakan kegiatan majelis ta’lim bertajuk majelis inspirasi.

Bekerja sama dengan alumni peserta training PPA(Pola Pertolongan Allah) Probolinggo, mengadakan kegiatan majelis inspirasi yang bertempat di gedung pertemuan PJB mulai dari jam 1 siang hingga menjelang magrib.
Hanya dengan membayar infaq sebesar Rp 10.000 para peserta sudah bisa mendapatkan snack dan mendengarkan langsung tausiyah dari seorang inspirator hijrah, Peggy Melati Sukma.

image
Peggy Melati Sukma, inspirator hijrah.

Sebelum dimulai, sembari menunggu kedatangan Mba’ Peggy yang masih mengisi materi di Pesantren Nurul Jadid Paiton, panitia menyampaikan sekilas mengenai apa itu PPA, yaitu sebuah kelas training motivasi dimana inti dari training adalah menyerahkan segala solusi kehidupan hanyalah pada Allah. Selain itu, disampaikan juga bahwa sejak dibuka kelas training dari Oktober 2015 yang lalu, hingga saat ini alumni PPA Probolinggo sudah mencapai 12 angkatan. Tidak hanya training motivasi, para alumni juga mengadakan berbagai kegiatan sosial, diantaranya GJB (Gerakan Jum’at Berkah), para alumni ini menyediakan pasar murah setiap hari Jum’at dan membagikan sembako serta nasi kotak gratis. Selain itu juga ada kegiatan berbagi baju dan jilbab layak pakai, santunan siswa tidak mampu dan berprestasi, one day one thusand, hingga santunan janda tua yang kurang mampu.
Acara dimulai dengan pembacaan surah Alqur’an, dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari perwakilan alumni PPA dan perwakilan Majelis Ta’lim Ash-sholihah.

image
Tim pembaca Qur'an

Selanjutnya, dilanjutkan dengan pemberian tausiyah oleh Mba’ Peggy.
Mba’ Peggy mengawali tausiyah dengan bagaimana sebuah hidayah itu harus dijemput, bukan hanya ditunggu, meskipun Allah lah yang berhak memberikan hidayah tersebut. Beliau memberikan gambaran seorang yang mencari hidayah harusnya seperti seorang yang hendak naik pesawat untuk mencapai suatu tujuan. Ketika hendak pergi dengan pesawat, tentu yang pertama kita lakukan adalah mencari dimana tiket pesawat itu dijual. Kemudian setelah membayar tiket pesawat dan mendapatkannya, agar bisa sampai di tujuan yang kita inginkan, terlebih dahulu kita harus mematuhi segala peraturan yang telah ditentukan pihak maskapai dan bandara, agar kita boleh terbang ke tempat yang kita tuju. Tentunya tidak boleh terlambat dan harus ontime. Selain itu, untuk tempat duduk, kadang kita bisa memilih sendiri atau dipilihkan pihak ,maskapai.
Begitu pula dengan hidayah, pertama kita harus tahu dimana tempat-tempat yang paling sering hidayah itu ditemukan, kemudian lakukan segala sesuatu yang harus dilakukan agar hidayah itu bisa dengan mudah datang, mulai dari sholat yang dijaga, berteman dengan orang sholih, puasa, dan sebagainya. Setelah itu, barulah kita serahkan kepada Sang Maha mau memberikan hidayah tersebut kepada siapa.

image
Mba' Peggy menyampaikan materi.

Selain itu, Mba’ Peggy lebih banyak bercerita tentang perjalanan hijrahnya menjemput hidayah. Ia menceritakan bagaimana dulu ia bisa hidup mewah, berlimpah harta, sukses dalam bidang dunia, tapi sama sekali lupa dengan akhiratnya. Ia bercerita bahwa Ia bersyukur sekali masih diberi kesempatan selalu belajar mengenal Islam oleh Allah, karena Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila pada zaman sebelum berhijrah dulu, Ia harus dipanggil menghadapNya. Bermula dari semua kejadian-kejadian menyakitkan yang menimpanya, mulai dari fisik maupun psikis, Ia bercerita bahwa dulu wajahnya sempat mengalami kerusakan, tapi Ia bahkan tak tahu apa sebabnya.
Kemudian perlahan tapi pasti Ia mulai belajar mengenal Islam secara keseluruhan, memperbaiki pakaian, akhlak, dan ibadahnya. Akhirnya setelah berusaha total dalam berhijrah, Ia sering menemukan betapa banyak kemudahan-kemudahan yang Allah berikan, mulai dari yang kecil sekali hingga yang sangat Ia butuhkan.
Pernah suatu waktu Ia diminta orang-orang di Gaza membuat layout untuk dicetak di Gaza Palestina. Karena listrik di Gaza sangat terbatas, hanya beberapa jam saja. Untuk menghemat waktu mereka meminta bantuan Peggy bersama rekan-rekannya membuat layout spanduk untuk kemudian digunakan di sana. Setelah menyetujui, Peggy pun langsung meminta rekannya yang ahli dalam bidang desain layout untuk membuatnya segera, karena dibutuhkan.
Ternyata, teman yang Ia minta bantuan tersebut kecelakaan dan harus bed rest. Kemudian dengan bersabar dan berserah pada Allah, sambil berdo’a Ia pun membiarkan sejenak masalah tersebut sambil dengan penuh cemas bagaimana penyelesaian masalah tersebut, karena layout tersebut sudah ditunggu dan penting bagi mereka di Gaza.    
Tak terlalu lama setelah itu, ternyata Ia dihubungi oleh teman lamanya yang sudah hilang kontak sama sekali. Ternyata, temannya tersebut adalah seorang master di bidang design, maka Ia langsung meminta bantuan kepada temannya tersebut.
Selain itu ada sebuah cerita yang sering Ia bagi bila diundang mengisi sebuah acara. Ketika keluar kota dan harus berangkat pagi sekali sekitar jam 2 pagi. Sambil menunggu, Ia sholat di mushola bandara. Ternyata ada kesalahan sehingga ia harus menggunakan peniti pada jilbabnya, tapi sayangnya Ia lupa membawanya. Setelah ditanya pada kru dan ternyata tak ada, akhirnya ia pun menyerahkan pada Allah dan membiarkan begitu saja. Padahal waktu itu lampu mushola masih remang-remang karena belum dinyalakan semua dan ada seorang Ibu yang sedari tadi tertidur. Kemudian, setelah sholat, Ibu tersebut tanpa ba bi bu langsung memberikannya sebuah peniti kecil sesuai yang Ia butuhkan.
Begitulah bila kita sudah berusaha mengikuti segala kemauan Allah, InsyaAllah Dia akan segera memberikan apa yang kita mau.
Di akhir acara Mba’ Peggy memaparkan kegiatan sosial yang Ia lakukan komunitas “Urban Syiar Project” yang memiliki program”Majelis Inspirasi Hijrah” dan telah melahirkan beberapa gerakan, seperti: Amazing Muslimah, Akhwat Bergerak, Telling Islam to the World, Indonesia Muslimah Activity For Sedekah, dan gerakan “ Aku Mengaji” untuk anak Indonesia.
Tiap gerakan ia kelola dalam semangat sebagai gerakan inspirasi membumikan Alqur’an, serta gerakan dakwah kemanusiaan, yang dalam hal ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan, unsur pemerintahan, maupun mitra dakwah yang ada wilayah Indonesia dan dunia.
Selain itu, sebagai tambahan biaya kegiatan sosialnya, Ia juga mengajak peserta ikut berdonasi dengan membeli buku dan jilbab serta bros produksi sendiri untuk kemudian keuntungannya bisa didonasikan untuk program sosial tersebut. Jadi, sambil membeli sekalian bersedekah.
Begitulah serangkaian kegiatan Majelis Inspirasi di Paiton Probolinggo, setelah tausiyah dilanjutkan dengan do’a lalu foto bersama. (Tetep narsis, kikikik).
Terima kasih Bu Sugeng untuk ajakannya, lain kali ajak lagi ya, hehe.

image
Ibu-ibu foto bersama
image
Pelengkap penggembira. 😀

Catatan:
Semua foto adalah hasil dokumentasi saya pribadi. Saya juga telah mengirimkan video kegiatan ini ke pihak CJ NET, do’akan dipilih dan bisa tayang ya, kalau sudab tayang, jangan lula tonton ya, hihi.

Iklan

9 pemikiran pada “Peggy Melati Sukma Bicara Hijrah di Majelis Inspirasi Probolinggo

  1. Saya tertarik ingin tahu bagaimana Mbak Peggy saat masih aktif di dunia showbiz. Dari cerita2 yang pernah saya dengar, kehidupannya wow banget. Alhamdulillah Alah membimbingnya. Hidayah memang hak prerogatif Allah…

    1. Beliau tulis sekitar 70% kisahnya di bukunya Mba’, tapi lupa judulnya.. 🙈
      Kemaren cuma cerita sekilas kalo duitnya banyak, dst, tapi lupa sama akhirat.
      Iya Alhamdulillaah, kalo Allah udah ngasih hidayah, seseorang yang dulu seperti apa bisa langsung berubah.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s