Five Special Things for Five Lovely

image
Lima benda yang ingin dibeli di Lazada.

Manusia adalah mahluk sosial, begitu pemahaman yang saya dapat ketika belajar Pendidikan Kewarganegaraan di SMP dulu. Maksudnya, manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Ya, kita memang tidak bisa hidup hanya mengandalkan diri sendiri, terutama saya. Bila tanpa orang-orang hebat di belakang saya, mungkin saya tidak bisa berdiri tegak hingga saat ini.

Dalam hidup, ada banyak sekali jejak-jejak kebaikan dari banyak orang di sekeliling saya yang terus membekas hingga di seperempat abad kehidupan saya. Mulai dari keluarga, sahabat, hingga tetangga.  Semenjak menikah, orang-orang tersebut bertambah pula. Ada suami, anak, hingga keluarga suami.
Nah, bila boleh diurutkan, ini lah lima orang terdekat dan tersayang yang ada dalam kehidupan saya sekarang.
1. Suami
Dia lah lelaki yang berani mengucapkan ijab qabul di depan penghulu dan kedua orang tua. Lelaki yang menyeberangi pulau demi meminta izin hendak meminang saya. Dia pula yang kemudian di tanah rantau menjaga saya dengan cinta dan kasihnya. Setelah hampir empat tahun hidup bersama, saya jadi hapal kebiasaan suami.

Suami (SU), saya (SA).

SU: “ Mi, lihat kunci motorku nggak?”
SA: “ Emang terakhir ditarok di mana Bi?”
SU: “ Nggak tahu, hehe.”
SA: “ Periksa aja di kantong celana, jaket, dan tas, barangkali nyelip di sana.”
SU: “ Nggak ada Mi. tadi pean mindahin ta?”
SA: “ nggak ada kok, lihat aja nggak. Coba sini tak cari lagi.”

Beberapa lama kemudian…
SA: “ ini kuncinya di dalam jaketmu Bi.”
SU: “Lho, kok bisa? Tadi nggak ada kok.”
SA: —

Dan percakapan di atas pun berulang kembali di hari-hari berikutnya. Bisa ditebak penyelesaian akhirnya adalah selalu saya yang menemukan kunci setelah mas suami mencari kesana-kemari. Bila dihitung sebanyak sepuluh kali mas suami lupa meletakkan kunci motor, mungkin hanya dua kali yang ditemukan sendiri oleh mas suami. Haha.

Ya, lupa meletakkan kunci motor adalah kebiasaan suami yang sampai saat ini sulit untuk dihilangkan. Sebenarnya berbagai cara telah dilakukan. Mulai dari menyiapkan tempat khusus menggantung kunci, bolak-balik mengingatkan suami untuk meletakkan kunci motor di tempatnya, namun pada akhirnya semua akan kembali kepada kebiasaan semula. Hingga suatu ketika muncullah ide di dalam kepala saya: andaikan kunci motor mas suami bisa di misscall seperti hp, pasti akan dengan mudah ditemukan.
Saya memang belum mendengar ada teknologi yang bisa membuat kunci motor bisa di miscall seperti hp, tapi ketika melihat-lihat barang yang dijual di Lazada, ada sebuah barang yang bisa membantu mas suami untuk segera menemukan kunci motornya bila dibutuhkan, smart bluetooth tracker with wireless.

image
Smart bluetooth tracker untuk kebiasaan lupa mas suami.

Jadi, dengan alat ini, kita bisa melacak keberadaan barang yang dicari melalui gps yang telah tersambung dengan smartphone kita. Akhirnya, mencari barang yang hilang bisa selesai dalam hitungan detik. Bravo!

2. Anak

Sebelum tidur, bersama anak. Bangun tidur bersama anak. Sebelum mandi bersama anak, setelah mandi bersama anak. Mau makan ditemani anak, sedang makan ditemani anak, setelah makan pun ditemani anak. Pokoknya semua aktivitas saya ditemani anak. Mungkin hanya BAK dan BAB saja kegiatan yang tidak bersama dengan anak. Jadi, bagaimana mungkin saya tidak dekat dengan anak?
Setelah memiliki anak, semua kegiatan saya terpusat pada anak. Apakah si kecil cocok dengan barang ini, apakah aman untuk si kecil, dan masih banyak lagi lainnya.
Saat ini kegiatan yang ingin sekali saya tanamkan pada si kecil adalah mengaji dan membaca, dengan harapan bila mulai ditanamkan kecintaan akan mengaji dan membaca sedari kecil, ia akan melakukan dua hal tersebut dengan senang hati tanpa terpaksa. Apalagi kedua hal tersebut sangat penting untuk bekal kehidupannya kelak.
Alhamdulillah, untuk mengaji saya tidak menemukan kendala yang berarti. Setiap habis magrib, saya membacakannya beberapa surat pendek beberapa kali kemudian mengaji pun selesai.  Si kecil tidak mengeluh ini itu karena saya hanya sekedar membaca namun ia masih bergerak semaunya atau kadang saya pangku.
Sayangnya, saya masih belum menemukan ritme membaca yang asyik bersama si kecil. Bagaimana bisa menemukan ritme, bila baru beberapa detik berlalu saya bacakan cerita, tiba-tiba sreeeek, dan kertas buku cerita pun mulai berhamburan dirobek si kecil.
Di usianya yang sekarang, rasa penasarannya memang sangat tinggi, sehingga dia pun terus mencoba melakukan hal-hal baru yang dianggapnya menarik, terutama merobek buku. Untuk itu, sepertinya saya harus banyak mengoleksi buku anti robek, bila ingin terus melanjutkan proyek cinta membaca bagi si kecil.

image
Buku bantal lucu untuk si kecil.

3. Ibu
Di usia tuanya, Ibu saya tidak ingin hanya sekedar berleyeh-leyeh kemudian merepotkan anak cucunya. Meski sebenarnya kami tidak merasa kerepotan sama sekali, Beliau tetap kekeh masih ingin fokus dengan toko kelontongnya.
Akibatnya, beberapa kali tekanan darahnya harus naik dan terpaksa ia diharuskan bolak-balik ke dokter untuk periksa rutin tekanan darahnya. Karenanya, sebuah alat pengukur tensi digital mungkin akan bisa sedikit meringankan pekerjaannya agar tak bolak-balik periksa tekanan darah di dokter. Sehingga, Ia hanya perlu memeriksa tensi darahnya sesekali ke dokter bila dianggap darurat saja.

image
Digital tensi meter untuk Ibu agar tak bolak-balik ke dokter.

4. Ayah
Bila dalam lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” yang jadi pelaut adalah nenek moyangnya, dalam kehidupan saya itu berbeda. Pelaut tersebut adalah ayah saya.
Ayah sudah melaut sejak mudanya. Dulu bahkan ia sering menyelam ketika melaut. Karenanya, mungkin itu jualah yang menyebabkan telinganya agak sedikit kurang peka  sekarang ini. Berkali-kali kami menawarkan untuk membelikannya alat bantu dengar, jawabannya selalu begini, “ nggak apa-apa, masih jauh dari nyawa kok!”

image
Alat bantu dengar untuk Ayah yang mulai sulit mendengar.

5. Ibu Mertua
Lain halnya dengan Ayah dan Ibu, ibu mertua saya adalah seorang penjahit rumahan. Beliau adalah tipe istri idaman yang terkadang menjahitkan sendiri pakaian untuk anak-anaknya. Bahkan uang untuk membiayai pendidikan mas suami dan saudara-saudaranya juga sebagian didapat dari menjahit. Saking lamanya ia telah menjahit,kadang sisa-sisa perca bekas menjahit banyak tersusun di bawah mesin jahitnya. Kadang-kadang bila sedang tak repot, ia akan menjahit kumpulan perca tersebut menjadi campuran bantal atau guling atau juga baju. Hasilnya pun lumayan bagus meski hanya dari kumpulan perca. Sayangnya, kadang perca-perca itu jadi rusak karena tak tersimpan dengan baik. Mungkin sebuah keranjang plastik bisa membantu Ibu mertua menyimpan perca tersebut sehingga bila suatu saat dibutuhkan, akan dengan mudah dicari.

image
Keranjang plastik untuk menyimpan sisa jahitan Ibu mertua.

Nah, itulah dia lima orang terdekat dan tersayang yang berada dalam lingkar kehidupan saya saat ini. Memiliki mereka semua adalah kebahagiaan yang tiada tara bagi saya. Semoga suatu saat saya bisa sedikit membahagiakan mereka dengan memberikan sebuah barang yang mungkin bisa membantu keseharian mereka.
Karenanya, bila ada sebuah pertanyaan tentang “ Lima barang apa yang ingin kamu beli di lazada?”, saya akan mantap menjawab:
1. Smart bluetooth tracker with wireless untuk kebiasaan lupa menaruh kunci motor mas suami,
2. Sebuah buku bantal lucu untuk si kecil yang tak kalah lucu,
3. Alat pengukur tekanan darah digital untuk Emak,
4. Alat bantu dengar untuk Ayah tercinta,
5. Dan sebuah keranjang penyimpan sisa jahitan untuk mertua.

Meskipun kelihatan sederhana, semoga bisa sedikit membantu mereka yang tersayang. Gimana, kamu juga punya barang yang mau dibeli untuk kesayangan di Lazada?

 

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X Lazada Indonesia. Yang diselenggarakan oleh ShopCouponsVoucher Lazada disponsori oleh Lazada Indonesia.

Iklan

2 pemikiran pada “Five Special Things for Five Lovely

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s