Piknik Ceria Bersama Keluarga di Kebun Bibit Surabaya

Menjalani LDR(Long Distance Relationship) after married itu sungguh tidak menyenangkan. Meski hanya dua bulanan saja menjalaninya, rasanya seperti tahunan lamanya. Waktu terasa berjalan begitu lambat dan pada akhirnya saya sekarat alias rindu berat. Haha, maafkan kelebay-an saya :). Kedengarannya berlebihan ya, but trust me, it really happens to me.
Jadi ceritanya setelah dua tahun tak mengunjungi Ayah dan Emak, akhirnya saya dan keluarga kecil kami mudik ke Bangka. Karena sudah lama tidak mudik, kami putuskan saya dan si kecil akan tinggal di rumah Emak selama dua bulanan sampai Idul Adha tiba, waktu itu berangkat mudiknya H+3 Idul Fitri, sementara mas suami akan pulang duluan lalu menjemput kami. Akhirnya pada tanggal 30 Juli 2015 yang lalu, suami pun balik duluan. Awalnya, saya PD aja kalau saya akan biasa-biasa aja, paling hanya sedikit kangen sama si Abi. Dan semua itu akan segera teratasi dengan berbagai kecanggihan teknologi yang ada, video call, whatsapp, sms, dan telepon. Hingga akhirnya jiwa saya menyangkal semua itu, bahkan Uwais juga ikutan. Uwais demam tinggi, saya pun ikut-ikutan demam, ditambah lagi sakit karena menyusui yang lama sekali sembuhnya, padahal sampai Uwais berusia satu tahunan, saya belum pernah mengalaminya. Saya jadi cepat marah, uring-uringan, dan stress.
Rencana awal Abi akan datang menjemput kami tanggal 20 September pun berubah jadi lima hari lebih cepat, 15 September yang lalu.

image

      Before and after Uwais bertemu Abi.

Lihat sendiri kan bedanya? Betapa bahagianya Uwais bertemu Abi. Hihi.
Alhamdulillah, 26 September yang lalu kami sekeluarga sudah pulang lagi ke Jawa. Sebelum kembali ke kontrakkan, kami sempatkan untuk mengunjungi Mbah suami di Surabaya.
Untuk melepas rindu setelah sekian lama berpisah (ceile), Abi mengajak kami piknik ke Kebun Bibit Surabaya. Yeay! And the story begins
Kami berangkat ke Kebun Bibit minggu pagi, sekitar jam 8an pagi. Sayangnya kebun bibit sudah sangat ramai pengunjung. Ada yang reunian, kumpul komunitas, piknik keluarga, atau sekedar foto-foto.

image

Beberapa aktivitas pengunjung Kebun Bibit Surabaya. (Sumber gambar: dok. pribadi).

Banyak hal yang membuat saya suka piknik di kebun bibit, selain biaya masuknya gratis,~kami cuma diminta bayar parkir sebesar 2000 rupiah untuk motor~, Kebun Bibit Surabaya ini menyajikan pemandangan yang sejuk dan hijau. Tepat sekali untuk melepas penat setelah berhari-hari bergelut dengan polusi kota Surabaya.

image

Pesona hijau Kebun Bibit Surabaya. (Sumber gambar: dok. pribadi).

 

Sebagai nilai plus, tersedia juga arena bermain dan outbond untuk anak.

image

image

image

Arena bermain untuk anak-anak. (Sumber gambar: dok. pribadi).

image

Arena outbond untuk anak-anak. (Sumber gambar: dok. pribadi).

Bila bosan bermain di arena bermain anak dan outbond, kita bisa memberi makan rusa dan melihat burung.

image

Memberi makan para rusa di Kebun Bibit Surabaya. (Sumber gambar: dok. pribadi).

image

Melihat burung di dalam sangkar di Kebun Bibit Surabaya. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Sebagai tempat tujuan rekreasi, Kebun Bibit Surabaya termasuk tempat yang sangat bersih, tempat sampah disediakan di berbagai titik di kebun bibit ini.

image

Tong sampah yang tersedia di berbagai titik di Kebun Bibit Surabaya. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Untuk meningkatkan kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, pengelola bahkan mengecat tong sampah sedemikian rupa agar lebih menarik.

image

Tong sampah yang dicat menjadi semakin menarik. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Jadi, kalo masih ada yang mau buang sampah sembarangan, minta dijitak tuh kayaknya. Haha.

Selain piknik, di kebun bibit Surabaya juga bisa dijadikan sebagai sarana belajar sambil bermain bagi anak. Anak-anak bisa belajar mengenal nama ilmiah setiap tumbuhan yang ada di kebun bibit. Plang nama tumbuhan sudah tertempel di badan tumbuhan.

image

Daftar nama flora dan nama salah satu pohon. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Selain itu, ada perpustakaan yang menyediakan aneka buku bacaan menarik bagi anak-anak.

image

Aktivitas membaca di perpustakaan. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Bila beruntung, kita bisa menikmati pameran foto atau kegiatan yang berlangsung di perpustakaan. Ketika berkunjung ke perpustakaannya, kami melihat pameran foto Surabaya tempo dulu. Sayangnya pengunjung dilarang mengambil foto yang sedang dipamerkan.

image

Pameran foto Surabaya tempo doeloe di perpustakaan. (Sumber gambar: dok. pribadi)

 

Setelah lelah bermain dan belajar, kita bisa beristirahat di berbagai tempat yang telah disediakan pengelola kebun bibit.

image

image

Berbagai rest area yang tersedia bagi pengunjung. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Atau gelar tikar sembari menikmati bekal juga seru. Sayangnya karena berangkat dari rumah Mbah dan tak mau merepotkan, bekal yang kami bawa cuma air minum, popok dan baju ganti Uwais. Untungnya ada banyak yang berjualan di luar gerbang kebun bibit. Rasa lapar pun sedikit teratasi. Jangan takut tangan kotor, karena ada fasilitas cuci tangan disana.

image

Fasilitas cuci tangan untuk pengunjung. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Selesai berkeliling, kita bisa membeli oleh-oleh berupa kerajinan cermin dari kerang-kerangan atau membeli mainan tradisional yang dijajakan para penjual di pintu masuk kebun bibit Surabaya.

image

Berbagai oleh-oleh yang bisa dibeli. (Sumber gambar: dok. pribadi)

Sungguh menyenangkan piknik di Kebun Bibit Surabaya, apalagi bersama keluarga tercinta. Hati yang rindu dan lara pun seketika bersukacita. Kadang-kadang piknik memang dibutuhkan untuk menyegarkan kembali pikiran setelah sibuk dengan segala urusan. Selain memang kita harus mengisi ruhiyah kita dengan beribadah, kita juga perlu keluar rumah untuk menyaksikan langsung ciptaan Sang Maha Kaya, untuk menambah syukur kita.

Nah, piknik yang juga tak kalah serunya adalah piknik memetik buah di Taman Wisata Mekarsari Bogor. Sedari saya kecil saya sudah memimpikannya. Jalan-jalan sambil memetik buah dan langsung menikmatinya. Nyam-nyam. Bila suatu saat saya bisa liburan di Bogor, saya akan mengusahakan untuk mengunjungi Taman Wisata Mekarsari Bogor. Semoga suatu saat bisa ke sana bersama keluarga, Aamiin.

Sekian cerita piknik saya bersama keluarga tercinta. Bagaimana dengan ceritamu? 🙂

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “Lomba Blog Piknik itu Penting”.

Iklan

20 pemikiran pada “Piknik Ceria Bersama Keluarga di Kebun Bibit Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s