Daster Merah Tanda Cinta dari Mertua

Saya jarang mendapat oleh-oleh berupa barang yang dipakai. (Curhat nih ceritanya, hehe). Karena orang-orang sekitar saya jarang bepergian ke luar daerah. Kalaupun pergi cuma yang dekat-dekat, cukup ditempuh dalam perjalanan darat beberapa jam saja. Apalagi dulu di daerah asal saya Bangka Belitung, oleh-olehnya identik semua antar desa. Semuanya oleh-oleh serba-serbi pantai, gelang-gelang dari kerang, gantungan kunci kerang, dan sebagainya. Selain itu harganya lumayan mahal. (Emak-emak ngirit detected). Mungkin ini juga yang mendasari orang-orang kalau bepergian pulangnya lebih sering bawa makanan ketimbang barang yang dipakai.
Singkat cerita, setelah menikah saya diboyong suami pindah ke Jawa Timur, tepatnya Mojokerto. Awalnya berasa asing sekali. Tidak punya keluarga atau kenalan dekat selain suami.
Alhamdulillah, ternyata keluarga suami orangnya ramah-ramah dan humoris. Mereka welcome sekali dengan anggota keluarganya yang baru dan manis pula ini. Terutama Ibu mertua. Beliau selalu berusaha menyenangkan hati saya. Mungkin agar saya tidak sedih karena harus berpisah dari rumah dan keluarga. Bahkan menurut saya, kadang perlakuannya malah melebihi terhadap anak sendiri.
Pernah suatu ketika, ibu dan teman-teman majelis taklimnya pergi wisata ziarah wali lima se-Jawa Timur. Perjalannya memakan waktu kira-kira 12 jam. Waktu itu ibu berangkat sekitar jam 7an pagi dan baru pulang sekitar jam 1an dini hari, tentu saja saya pun sudah ngorok. Haha.
Keesokan harinya, Ibu langsung memberikan sebuah bungkusan berisi bahan kain daster.
” Jul, ini kemarin Ibu pas jalan-jalan di pusat oleh-oleh, Ibu teringat kamu trus beliin ini buat kamu, nanti Ibu jahitkan jadi daster buatmu, biar nggak kepanasan kalo menyusui.” Begitu kata Ibu.
image
Bahan kain yang mau dijadikan daster

Dan tadaaa, besoknya pagi-pagi Ibu langsung memberi sebuah daster merah cantik ini.
image
Daster buatan Ibu sudah jadi

MasyaAllah. Padahal waktu itu capek dari perjalanan Ibu belum lah hilang, tapi sempat-sempatnya menjahitkan daster buat menantunya ini.
Sejak saat itu daster merah ini jadi daster kesayangan saya. Langsung dipakai begitu kering setelah dicuci. Selain karena bahannya adem, mudah dipakai untuk ibu menyusui seperti saya, daster ini juga mengingatkan saya akan kasih ibu yang begitu tulus pada anaknya. Terima kasih Bu, semoga Allah membalas dengan yang lebih baik, Aamiin.

Paiton, 5 Mei 2015
Your daughter in law

banner-giveaway-missfenny-dan-kampoeng-semarang

Iklan

4 pemikiran pada “Daster Merah Tanda Cinta dari Mertua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s