Nikah Yuk!

“Menikah adalah Bahagia”

Bahagia, karena dengan menikah InsyaAllah kau akan menyempurnakan
separuh agamamu.
Bahagia, karena dengan menikah kau akan mendapatkan seseorang yang
senantiasa berada di dekatmu, kapan pun itu.
Bahagia, karena kau mendapatkan seseorang yang akan mencintaimu tulus, bahkan di saat kau merasa kau tak pantas untuk dicintai.
Bahagia, karena kau akan mendapatkan seseorang yang akan senantiasa mendoakanmu melalui diamnya, geraknya, atau doanya.
Bahagia, karena akan ada dia, yang tak kan rela bila kau mulai menjauh dari cahaya Nya.
Bahagia, karena ternyata kau akan mendapatkan pasangan konyol dengan
jiwa humor yang sama,
Bahagia, karena dia akan selalu ada mendengarkan semua celotehanmu,
bahkan hingga kau sendiri pun tak mau mendengarnya.
Bahagia, karena kau punya guru baru yang siap menjawab semua
pertanyaan-pertanyaanmu dan mengajarkan hal2 baru yang super padamu.
Bahagia, karena kau punya teman baru yang akan selalu siap membantumu
memecahkan semua masalahmu (bersama).
Bahagia karena kau tak perlu malu bila kepergok (pegangan tangan) di depan
orang lain, karena sekarang ia mahrommu.
Bahagia karena kau bebas melakukan apapun bersamanya (lelakimu) itu.
Bahagia, karena kau akan menemukan momen-momen kebahagiaan baru,
yang bahkan dulu kau tak pernah membayangkannya.
Dan kata-kata ku tak mampu menguraikan semua bahagia itu, hingga kau
sendiri yang merasakannya… ^_^

Paiton, 17 Februari 2013
dalam 424.800 detik bersamamu
Ummi ♥

Tulisan di atas ditulis ketika usia pernikahan kami masih 4 bulanan, masih manten anyar ceritanya. 🙂
Ketika banyak teman yang menanyakan bagaimana rasanya menikah Jul? Terciptalah tulisan di atas.
Nasib memang kadang tak bisa di tebak. Jika Dia telah memutuskan, maka tak bisa kita menghindar. Jadi ceritanya, dulu ketika masih kuliah, saya merencanakan akan menikah di usia 24 tahun. Usia 22 tahun lulus kuliah, setelah itu bekerja sambil nabung selama dua tahun, di usia 24 tahun barulah membuka usaha lalu menikah. Tapi ternyata Allah memutuskan yang lain. Di akhir tahun 2011 saya bertemu seorang lelaki yang ingin mengajak saya menikah. Tanpa proses yang panjang, Alhamdulillah 19 Oktober 2012 kami pun menikah. Saat itu usia saya masih 22 tahun. Dua tahun lebih cepat dari perkiraan. Alhamdulillaah 🙂
Ngomongin nikah emang gak ada habisnya ya, mulai dari prosesnya, persiapannya, pesta nikahnya, sampe suka duka selama menjalaninya. Alhamdulillaah sekarang pernikahan kami sudah memasuki usia ketiga tahun. Masih sangat muda memang. Bila diibaratkan seorang balita, di usia ini sedang asyik-asyiknya bereksplorasi, sudah belajar mandiri. Alhamdulillah Allah juga telah menghadiahi kami seorang bayi lucu, Uwais Alharits, yang membuat pernikahan kami semakin berwarna. Alhamdulillah, jika dulu bukan jawaban iya yang kukatakan pada suami, entah seperti apa kehidupan yang akan aku jalani saat ini. Mungkin tidak akan seseru bila bersama bocil dan suami.  Nah, buat kamu-kamu yang masih takut untuk menikah, tunggu apalagi?
Nih aku kasih bocoran ya, betapa sesungguhnya menikah itu dipenuhi keberkahan, InsyaAllah, tanya kenapa?

1. Karena menikah adalah ibadah

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. An~nur: 21)

Yang sering dapet undangan nikah pasti sering baca arti surat An-Nur ayat 21 di atas kan?
Ya, menikah adalah perintahNya, sunnah RasulNya, dan sebuah fitrah yang harusnya dilalui seorang muslim. Jika melalui menikah kita telah melakukan sebuah perintah Allah dan sunnah, apalagi semua kebaikan yang kita lakukan di dalamnya. Gimana? Asyik kan? Sudahlah membahagiakan, eh dapet bonus pahala pula. 🙂

2. Akhirnya menemukan belahan jiwa yang dicari ( duh, bahasanya)
Sebelum menikah saya kemana-kemana seringnya sendirian atau bareng temen. Lebih sering sendiri sih, karena aktivitas saya padat (sok sibuk ceritanya, hehe). Kalau sama teman, ngapa-ngapainnya berbatas. Kalo teman lagi sibuk sama keluarganya, jelas gak boleh diganggu gugat. Nah, kalo sama suami, no limited euy. It’s free to do everything! Minta dianterin dan ditemenin kemana-mana, oke. Minta dibantuin apa-apa, oke. Berbagi cerita, oke. Pokoknya oke semuanya, hehe.
3. Bisa punya krucil-krucil yang imut-imut dan ngegemesin.
Di rumah krucilnya baru satu. MasyaAllah itu pun keluarga besar udah heboh banget. Meski harus menunggu satu tahun lamanya, ketika akhirnya Uwais ada, bahagianya tiada tara!
Buat yang udah menikah tapi belum punya krucil, saya do’akan segera diberi ya, Aamiin.
4. Punya banyak momen-momen kebahagiaan baru
Kalo dulu pas masih sendiri, bahagianya kan masih tunggal ya, nah setelah berdua bahagianya jadi jamak alias banyak kan ya? (Rumus darimana ini :)). Bahagia karena nanti punya keluarga baru yang seru. Bahagia ketika nanti bisa tumbuh dan tua bersama.

Udah, segitu aja dulu. Itu baru kulit luarnya aja lho, belum yang dalem-dalemnya. Nanti kalo semakin banyak kesannya mendikte dan dibuat-buat, karena menikah bukan teori yang harus dihapal rumusannya ya, tapi  menikah itu adalah proses yang harus dilalui dan dinikmati bersama. Mau tahu lebih lanjut? Yuk nikah dan ciptakan bahagiamu bersamanya ( ngomporin it’s detected).:) Yakin deh nanti kamu bisa menambahkan jauh lebih banyak lagi angka-angka keberkahan berikutnya.

Menikah memang tidak melulu soal tawa, karena kadang ada tangis yang menghiasinya,
Menikah juga tak melulu soal jalan yang mulus karena bisa jadi kadang kau temui jalan ujian berliku di dalamnya,
Namun, dengan itu semua bukan berarti kita harus mundur dan mengatakan tidak untuk menikah bukan? Karena bila kau percaya, apapun ujiannya, semata agar mahligaimu lebih kokoh bersamanya.

Paiton, 18 Maret 2015
Ummi

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway 3rd Anniversary The Sultonation”

image

Iklan

7 pemikiran pada “Nikah Yuk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s