Who is Behind Our “REZEKI” ????

image

Rezeki itu aslinya bukan datang dari pekerjaan kita (sehingga kita mendapatkan uang melalui
gaji),
Bukan juga datang dari pelanggan atau
konsumen kita (sehingga mereka membeli
produk yang kita jual ),
Bukan juga dari bos kita (yang menggaji kita
kemudian uangnya kita pake untuk kebutuhan
sehari-hari),
Bukan juga dari obat atau dokter yang saat kita
sakit kemudian kita menemui dokter tersebut
kemudian kita menjadi sehat. Dan banyaaaak
lagi bentuk rezeki yang lain yang tak bisa
disebut satu persatu saking banyaknya.
sehingga ketika kemudian jika salah satunya
terputus (misalnya dipecat, pelanggan pergi,)
atau terganggu (Ada orang yang memfitnah kita
dan mengambil posisi pekerjaan kita atau ada
toko yang menjual barang serupa dengan kita
yang mengambil pelanggan kita), kita sedihnya,
kesalnya minta ampuuuun sampe semua orang
bahkan Allah pun disalahkan.
pun karena merasa rezeki datang dari yang
disebutkan di atas, kita pun mengelu-elukan
mereka. Saat bos bilang jangan berhenti bekerja
sampe jam 3 siang (misalnya), kita pun
melakukannya dan meninggalkan kewajiban
sholat kita. Atau saking asyiknya melayani
pelanggan, kita lupa kalo sekarang udah jam
setengah 6 sore dan melupakan kewajiban kita.
Nah, jika demikian berarti kita sedang lupa
bahwa hakikatnya rezeki itu datangnya dari
Allah. Kata siapa??

“Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk
yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan
semuanya dijamin Allah rezekinya.Dia
mengetahui tempat kediamannya dan tempat
persembunyiannya. Semuanya itu tersurat di
dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuz).” (QS
Hud: 6)

Jadi, sesungguhnya pekerjaan, pelanggan,
dokter, obat, bos, dll hanyalah penyebab dan
perantara turunnya rezeki dari Allah pada kita
yang sekali lagi, Allah jua yang memilihkannya
untuk kita. Sehingga memang sepatutnya kita
berterima kasih kepada mereka yang telah
menjadi sebab atau perantara turunya rezeki
dari Nya kepada kita, tapi alangkah lebih elok
dan baiknya dan semestinya kalo perbuatan
baik kita kepada Nya harus jauuuuh lebih
baiiiiiik dari perbuatan kita pada mereka.
Wallahua’lam.
Semangat beraktivitas semuanya, maafkan bila
ada yang salah. Sila dibenarkan. Semoga
rahmat Allah senantiasa selalu menaungi
kehidupan kita. Aamiin. ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s