Seka, the Story of Life Part 1

Ini cerita tentang kucing komplek yang sudah
beberapa bulan terakhir menumpang di
kontrakan kami. Mohon maaf bila terdapat
kesamaan pada nama dan tempat kejadian.
Perlu diingat bahwa sebagian cerita ini adalah
benar adanya dan sebagian lagi hanyalah
karangan belaka.
Perkenalkan namanya Seka, lengkapnya Seka
SeDe. Sebenarnya, nama aslinya adalah Sekar.
Namun, sejak diajak menjadi vocalis di
grupband kucing komplek yang bernama SN
SeDe, Sekar pun mengubah namanya menjadi
Seka SeDe. Awalnya, Seka hanyalah kucing
kampung biasa yang menjalani hidupnya
dengan segala kesederhanaannya. Namun, sejak
Onyol, manager grupband kucing SN SeDe
mendengar Seka bernyanyi ketika mandi di kali,
akhirnya Onyol pun mengajak Seka bergabung
menjadi vocalis di grupband tersebut. “
Suaramu cetar membahana”, begitu katanya.
Sayangnya, Seka si kucing kampung menjadi
lupa begitu diajak bergabung di grup band
kucing. Sejak sering bergaul dengan teman-
teman bandnya, Asis si Basis, Aris si gitaris dan
Kubur si drummer, Seka melupakan segala
kesederhanaan ketika ia di kampung dulu. Ia
mulai mengikuti kealay-an anggota bandnya.
Mulai dari mengganti namanya menjadi Seka
SeDe, sering keluar malam, pulang pagi, bahkan
sering menginap di rumah teman-teman band
kucingnya itu.
Hingga akhirnya petaka itu tiba. Setelah
berhari-hari menginap dan menghabiskan waktu
bersama teman bandnya, pagi itu setelah
terbangun dari tidurnya, Seka muntah-muntah.
Pemilik kontrakan yang prihatin melihat Seka
yang sering muntah-muntah, membawa Seka ke
klinik. Ternyata oh ternyata, Seka hamil!.
Rasanya bagaikan tertimpa langit tujuh lapis
sekaligus. Bingung dan sedih bercampur jadi
satu. Perlahan semua orang yang dulu
menyanjung-nyanjungnya, mulai
meninggalkannya satu persatu. Pemilik
kontrakan yang mengetahui aib ini pun
mengusir Seka. Padahal Seka sudah menyewa
kontrakkannya selama dua puluh tahun
sekaligus. Sayangnya, karena dulu waktu
mengontrak Seka tidak meminta kuitansi
pembayaran kontrakkan, pemilik kontrakkan
malah menuduhnya penipu, karena tak memiliki
bukti pembayaran. Parahnya lagi, Seka diusir
tanpa diganti uang kontrakkannya. Padahal,
uang itu adalah sebagian besar hasil jerih
payahnya selama manggung bersama Seka
SeDe. Tak putus asa, Seka menceritakan hal ini
pada Onyol, manajer grupbandnya. Apa yang
terjadi? Ternyata Seka diusir, bahkan
dihina.”Dasar kucing kampung kau!”.
Sebenarnya Onyol mau menolong Seka. Hanya
bila Seka mau menggugurkan kandungannya.
Karena ini masalah pamor SN SeDe. Bisa turun
jauh pamornya nanti di pasaran. Tentu saja
Seka yang akhirnya menyadari kekhilafan dan
kebodohan yang telah dilakukannya, tak mau
melakukan itu. Ia memilih pergi. Sudah jatuh
tertimpa kulit durian pula. Dengan sedikit
harapan, ia pergi menemui teman-teman
bandnya, Asis, Aris, dan Kubur, meminta
pertanggungjawaban. Sama saja. Hanya
cercaan dan hinaan yang Seka terima. Apa mau
dikata. Nasi sudah menjadi bubur ayam. Habis
tak bersisa. Mau pulang ke kampung, Seka
sangat malu. Mengingat dulu ia pernah
mengusir keluarganya yang pernah
mengunjunginya ke komplek. Bahkan ia tak
mengakui bahwa mereka adalah keluarganya.
Akhirnya, Seka pun mencari belas kasihan
orang-orang di sekitar komplek. Ia meminta-
minta di sekitaran komplek. Hingga akhirnya
ketika ia hampir melahirkan, ia mendatangi
kontrakkan kami. Meminta belas kasihan untuk
sekedar tempat menampungnya dan anak-
anaknya ketika lahir nanti. Kami yang tak tega
melihat kucing yang sedang hamil tua itu pun
akhirnya menerima Seka. Ia kami tempatkan di
gudang belakang di samping rumah. Kini ia
hidup bersama anak-anaknya yang lucu. Kami
menamai mereka Krucil, kru cilik. Begitulah
sekilas perjalanan hidup Seka, mantan vocalis
grupband Seka SeDe. Miris sekali. Hanya
karena tergoda kemerlapnya dunia, ia
melupakan semuanya. Semoga kau mengambil
hikmah dari semua kejadian ini Seka. 🙂
Tobe continued…
*demi menjaga nama baik si kucing, foto
sengaja kami tiadakan. 😀

Nb: Ceritq ini diambil dari notes fb saya yang ditulis beberapa bulan lalu.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s