Menjadi Guru Berarti Melayani

indexSila kesini untuk lihat sumber gambar

              Saya udah pernah bilang belum ya sebelumnya, kalo beberapa minggu yang lalu saya dapet kiriman buku gratis ::) Alhamdulillah. Ini adalah fenomena yang sangat langka bagi saya. Untuk yang kepingin tahu cerintanya, silahkan merapat kesini.

Ada dua buku yang dikasih, Indonesia Mengajar #1– berisi cerita pengalaman mengajar para pengajar muda asuhan yayasan Indonesia Mengajarnya Anies Baswedan dkk- dan Berani Mengubah –Pandji Pragiwaksono-. Buku Indonesia Mengajar sebenarnya udah saya baca-bole minjem dari temen-, meskipun begitu tetep exited banget dapet buku-buku bagus seperti itu. Semoga sering-sering ya. Ngarep. 😉

Saya coba sok menyimpulkan dari sebagian besar cerita para pengajar muda tentang cerita mereka, bahwa ternyata dengan menjadi guru Anda harus siap melayani. Melayani berbagai keinginan anak murid yang haus akan ilmu dan perhatian, melayani para orang tua dengan berbagai harapan akan pendidikan, dan pihak-pihak lainnya.

Ini yang sepertinya belum begitu saya pahami dan dalami sebagai seorang guru. 😦
Pada awal mengajar dulu, bahkan saya masih bergantung pada Mas bersih-bersih untuk sekadar membuka pintu kantor-gegara saya gak tahu dimana ngambil kuncinya si-. 😦 Parahnya, saya seakan nyaman dengan keadaan seperti ini. Rela menunggu bermenit-menit hanya untuk diambilkan kuncinya. Hingga pagi ini saya baru sadar ternyata tempat kunci itu berada dekat sekali dengan sekolahan-setelah beberapa bulan mengajar-. Jalan kaki berapa meter aja nyampe. Sayangnya, dulu saya belum begitu sadar tentang konsep melayani ini-sekarang juga si belum, cuma minimal udah mulai belajar 😉 -.#plak

Menjadi guru berarti melayani. Termasuk melayani diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil sekalipun seperti membuka pintu kantor, membersihkan ruangan dan meja sendiri, meskipun sudah ada pakarnya dalam bidang tersebut. Sekali-kali memudahkan pekerjaan orang lain bukanlah sebuah kesalahan bukan?

Anyway, teori ini bikinan saya sendiri, gegara tadi padi pagi sebelum ke sekolah saya mampir ngambil kunci kantor untuk pertama kalinya #haha. Jadi, bila salah, maafkanlah saya, bila benar, resapilah dan terapkanlah. Semoga bermanfaat. 🙂

Paiton, di sebuah malam bertemankan detak jarum jam.

Sebuah renungan dari 10 jam setelah saya bertemu anak-anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s