Bijak Berjejaring Sosial Sebagai Langkah Awal Penyelamatan Diri

Munculnya jejaring sosial yang begitu beragam saat ini menuntut kesadaran tinggi dari para penggunanya. Pasalnya, selain memang memberikan dampak positif, jejaring sosial tampaknya akan lebih banyak memberikan dampak negatif bagi pengguna bila tidak bisa menggunakannya dengan bijak. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus kejahatan yang terjadi bermula dari jejaring sosial.

Dengan berbagai kemudahan yang diberikan serta banyaknya jumlah pengguna hingga mencapai 1 milyar orang, memungkinkan facebook menjadi salah satu jejaring sosial yang bisa dengan mudah disalahgunakan oleh penggunanya. Salah satunya seperti kasus perkosaan yang menimpa seorang siswi SMP di Depok, Jawa Barat, Oktober 2012 lalu, yang diculik dan diperkosa oleh teman yang baru ia kenal dari facebook.

Mudahnya para pengguna jejaring sosial untuk membagi kehidupan pribadinya kepada khalayak luas melalui akun jejaring sosialnya, menjadi salah satu penyebab mudahnya para pelaku perkosaan menandai sasarannya. Tidak saja mengeluhkan masalah yang sedang terjadi, namun menceritakan segala sesuatu yang terjadi di kehidupan nyata, baik cerita bahagia, sedih, posisi keberadaan, alamat hingga menampilkan foto diri terkini dengan pose yang ‘menantang’ ke dalam dunia maya juga dapat memancing kejahatan melalui jejaring sosial.

Tidak hanya perkosaan, kasus kejahatan lain yang terjadi melalui jejaring sosial juga telah banyak terjadi, misalnya penipuan barang jualan melalui online shop yang dipasarkan di facebook, seperti yang terjadi pada Hartini, warga Tanjung Pinang yang mengalami kerugian sebesar 5,2 juta rupiah saat ditipu oleh salah satu akun penjualan BB palsu di facebook akhir Januari 2011 yang lalu. Penipuan juga dilakukan oleh online shop palsu penjualan senjata terhadap aparat kepolisian di Jakarta, awal februari lalu. Selain di dalam negeri, kasus penipuan online shop di facebook ini juga telah terjadi di luar negeri. Adalah Gary Sim Kaifeng warga Singapura yang telah memperoleh 21.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 163 juta setelah memperdayai korbannya sebanyak 53 orang melalui akun facebook nya Lovely Paradise dan Redsnow Closet, dengan berpura-pura menjual kamera dan aksesorisnya.

Mudahnya akses ke jejaring sosial dan tidak adanya filter perilaku pada jejaring sosial menjadi salah satu penyebab mudahnya penyalahgunaan penggunaan jejaring sosial dilakukan. Karena sesungguhnya, jejaring sosial juga bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi para penggunanya, bila digunakan dengan baik. Misalnya, para pengguna jejaring sosial bisa dengan mudah memasarkan produk dagangannya melalui jejaring sosial, mengetahui informasi terkini, atau menyebarkan informasi kepada para pengguna lain dengan cepat. Bahkan bisa menjadi sarana belajar bagi penulis pemula melalui status-status yang ia buat atau dengan mengikuti komunitas menulis atau komunitas lainnya di jejaring sosial yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan berkeluh kesah di jejaring sosial yang pada akhirnya malah akan membahayakan diri.

Untuk itu, dibutuhkan perilaku-perilaku bijak saat sedang ‘berseluncur’ di jejaring sosial, karena sebaik apapun sesuatu hal, bila salah dalam memanfaatkannya, niscaya akan menghasilkan sesuatu yang buruk. Berikut beberapa tips bijak berjejaring sosial yang telah dirangkum penulis:

 

  1. Pastikan bahwa informasi-informasi pribadi seperti nomor hp, alamat kantor, alamat rumah, alamat kontrakan, serta informasi pribadi lainnya hanya diketahui oleh teman yang memang merupakan orang-orang yang kita kenal dan kita  tahu di dunia nyata atau di dunia maya, karena informasi yang mudah diakses oleh banyak orang akan mempermudah calon pelaku kejahatan menandai mangsanya.
  2. Setting akun jejaring sosial hanya untuk teman dan bukan publik, sehingga mereka yang belum menjadi teman tidak bisa mengakses info apapun.
  3. Jangan asal menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal atau orang yang mencurigakan dari foto profilnya.
  4. Foto profil pengguna jejaring sosial bisa dengan mudah diganti atau diambil dari situs manapun di internet, karenanya jangan gampang tergoda dengan paras cantik atau tampan pada jejaring sosial, karena bisa jadi itu merupakan trik pelaku kejahatan menggaet korbannya.
  5. Jangan asal memberikan informasi kepada orang yang tak dikenal atau bercurhat ria kepada siapa saja. Pelaku kejahatan punya banyak cara untuk menundukkan korbannya, termasuk menjadi pendengar yang manis.
  6. Jangan cepat tergiur dengan tawaran harga miring di berbagai online shop di facebook. Pastikan toko tersebut nyata dan memang menjual barang yang dipasarkan.
  7. Bila memang memutuskan hendak berbelanja di online shop pada jejaring sosial, pastikan Anda bukanlah satu-satunya pembeli yang pernah berbelanja di toko tersebut. Bila perlu, cari tahu testimoni para pembeli yang pernah berbelanja di online shop tersebut.

            Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tangan kita semua. Tentu kita tak pernah lupa bahwa pepatah bijak sering mengatakan “Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati”.(Julia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s