Hmm, be patient,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin,
Asholaatu Wassalaamu ‘Alaa Asrofil Anbiyaa’i walmursalin,
Wa’ala Aalihi Wasahbihi Ajmain,
Allahumma sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad,
Wa’ala Ali Sayyidina Muhammad,

Ukhti fillah, kali ini kita akan membahas mengenai sabar,bagaimana itu sabar dan sebagainya tentang sabar.
Secara bahasa, sabar berarti menahan atau mencegah.
Sabar disini bisa dalam bentuk tiga hal:
1. Menahan hawa nafsu dari kemauan-kemauan yang melebihi syariat
2. Menahan lisan dari berkeluh kesah
3. Menahan segala sesuatu dari yang menyakiti anggota badan kita.

Lantas kapan kita harus sabar?
1. Ketika mendapat kesenangan
Seringkali kita hanya mendengar sabar ketika kita mendapat kesusahan, namun jarang sekali terdengar sabar ketika kita senang. Seperti yang diuraikan di atas, bahwa salah satu bentuk sabar adalah menahan hawa nafsu dari kemauan-kemauan yang melebihi syariat. Sehingga, saat kita merasa senang, maka kita harus bersabar agar tidak melakukan sesuatu yang berlebihan yang tidak sesuai dengan syariat. Misalnya, ketika kita sehat. Kita harus bersabar untuk tidak makan makanan yang pedas berlebih-lebihan karena nantinya akan membuat sakit perut kita dan kemudian menzholimi kita sendiri. Atau misalnya ketika kondisi keuangan kita sedang dalam keadaan yang sangat membaik, maka kita harus bersabar untuk tidak membelanjakannya dengan boros.
2. Ketika mendapat kesusahan
Tentu ikhwati fillah telah sering mendengar istilah sabar ketika mendapat kesusahan. Seperti yang diuraikan di atas, bahwa sabar dapat berbentuk dalam menahan lisan dari berkeluh kesah. Sehinggan ketika kita sedang kesusahan, misalnya sakit, tidak punya uang atau sebagainya, maka janganlah kita terlena untuk selalu berkeluh kesah, namun bersabarlah.

Karena sesungguhnya, fitrahya dalam diri kita mempunyai dua macam kekuatan:
1. Kekuatan untuk bersifat maju atau menyerang
2. Kekuatan untuk bertahan.
Agar dua kekuatan fitrah dalam diri kita tersebut tidak saling medominasi, maka yang harus kita lakukan adalah bersabar.kita tidak harus selalu menggebu-gebu namun tidak juga selalu pasrah akan satu keadaan. Sabarlah yang akan meredam kedua kekuatan fitrah tersebut.

Adapun macam-macam sabar yaitu:
1. Sabar terhadap perintah dengan jalan menaatiNya.
Misalnya ketika diperintahkan untuk sholat, maka kita harus bersabar dalam menjalaninya. Atau misalnya ketika puasas, kita harus senantiasa bersabar ketika menjalaninya.
2. Sabar terhadap larangan dan kemungkaran dengan jalan menjauhinya.
Ketika kita diperintahkan untuk tidak makan makanan haram, maka kita harus bersabar untuk menjalankannya kendati mungkin kadang-kadang ada makanan atau barang haram yang menggiurkan
3. Sabar dengan takdir dengan jalan tidak berkeluh kesah.
Sabar yang ketiga ini yang lumayan berat karena apa yang kita jalani dengan sabar tidak selalu nampak seperti yang nomor 1 dan 2.

Tingkatan manusia ketika menghadapi ujian yang langsung datangnya dari Allah(misal penyakit buta bawaan dari lahir)
1. Maqom Al Ajzu(lemah)
Yang tergolong dalam maqom ini adalah orang-orang yang cepat mengeluh.
2. Maqom sabar
Yaitu orang-orang yang mampu bertahan tanpa mengeluh.
3. Ridho’
Orang-orang yang ketika dihadapi dengan ujian rela menghadapi
4. Syukur
Orang-orang yang ketika dilanda musibah memandang bahwa musibah adalah mengandung nikmat atau hikmah.

Adapun tingkatan manusia ketika dilanda musibah yang diperantarai oleh manusia(misalnya cacian, fitnah,dst.)
1. Mengampunkan dan memaafkan
2. Lapang dada dan tidak ingin membalas dendam
3. Alqadaar, yaitu menganggap takdir
4. Ihsan, yaitu berbuat baik.

Adapun hikmah saat bersabar:
1. Allah akan mengganti sesuatu yang menimpa kita dengan yang lebih baik.
Seperyi ketika Ummu Salamah yang bersabar ketika suaminya meninggal dunia, maka ternyata yang menggantikan kemudian adalah Rasulullah SAW.
2. Balasan bagi yang bersabar adalah syurga.
3. Allah menghapus dosa-dosa orang yang bersabar.

Adapun dalil mengenai sabar, yaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” Al Imran:200

“Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar:”Al Baqarah:155

“Katakanlah (wahai Muhammad, akan firmanKu ini, kepada orang-orang yang berakal sempurna itu): ‘Wahai hamba-hambaKu yang beriman! Bertaqwalah kepada Tuhan kamu. (Ingatlah) orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan beroleh kebaikan (yang sebenar di akhirat). dan (ingatlah) bumi Allah ini luas (untuk berhijrah sekiranya kamu ditindas). Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira’.”Az Zumar:10

“Dalam pada itu (ingatlah), orang yang bersabar dan memaafkan (kesalahan orang terhadapnya), sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat (melakukannya).” Asy Syura:43

“Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar.”Al Baqarah:153

“Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang berjuang dari kalangan kamu dan orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu.”: Muhammad: 31

Namun, sesungguhnya sabar itu sendiri tidak semudah saya ketika memindahkan tulisan tangan(catatan) tentang materi sabar ini kedalam microsoft word’ 07.
Namun bukan pula berarti sabar itu adalah suatu yang sangat mustahil dilakukan.
Bagaimanapun, sebagai hasil akhir dari suatu proses, maka sabar harus melalui berbagai proses panjang yang tidak semata-mata bisa langsung lahir dalam hitungan detik.
Oleh karena itu, kita harus sabar melatih yang namanya sabar, salah satu caranya adalah dengan sering-sering beristighfar ketika menemui suatu peristiwa yang menguji kesabaran kita.
Wallahu A’lam,
Sesungguhnya yang salah adalah dari penulis,
Dan yang Haq selalu dari Allah.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju jalan yang diridhoiNya,
Aamiin…
Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Alla ila ha Illa Astaghfiruka aatubu ilaik.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s